by

Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru

Pekanbaru (HK)- Acara car free day (CFD) di Pekanbaru diselimuti asap pekat. Namun masyarakat yang ikut acara tersebut tetap berolahraga di tengah kabut asap.

Pelaksanaan CFD ini pada Minggu (4/8) mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB di sepanjang Jl Sudirman, Pekanbaru. Masyarakat tumpah ruah di jalanan.

Asap pekat yang menyelimuti kawasan kota imbas dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah lebih sepekan membara di Riau. Kabut asap ternyata tak menyurutkan masyarakat untuk berolahraga di tengah kabut asap.

Malah sebagian besar warga yang ikut CFD tidak menggunakan masker. Hanya sebagian kecil yang yang mau menggunakan masker. Meski begitu, CFD pada pekan ini tak seramai pekan sebelumnya.

“Ya bagaimana lagi, walau asap pekat kita tetap olahraga saja. Mau bagaimana lagi, di mana-mana juga asap,” kata Rion Satria (34), warga Kecamatan Sukajadi yang ikut dalam acara tersebut.

Warga Pekanbaru tak tahu harus ke mana lagi untuk bisa berolahraga karena semua penjuru kota sejak sepekan ini terselimuti asap Karhutla.

“Olahraga pagi atau sore sama-sama berasap. Terus kita mau bagaimana lagi. Biar diselimuti asap, ya kita tetap beraktivitas saja,” kata Rion.

Rilis BMGK Pekanbaru hari ini melansir pada level confidence 70 persen di Riau masih terdapat titik panas (hotspot). Jumlahnya yang muncul pada pantauan satelit Terra/Aqua sebanyak 29 sebaran titik panas.

Titik panas Karhutla ini terdapat di Kabupaten Pelalawan 8, Siak 10, Rokan Hilir 1 dan Indragiri Hilir 10. Status udara di Pekanbaru disebutkan kabur dengan jarak pandang di bawah 3 km.

Walau demikian, Gubernur Riau, Syamsuar beberapa kali diwawancarai wartawan belum menganggap asap di Riau mengkhawatirkan. Gubernur Riau menilai asap yang menyelimuti langit Riau belum banyak.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih tetap berlangsung. Tim Satgas melakukan pemadaman udara dan darat, tapi api masih membara.

Kebakaran lahan saat ini terjadi di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Kecamatan Langgam membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Menuju lokasi titik api, melintasi jalan koridor perusahaan hutan tanaman industri. Berjalan kaki sekitar 1 km untuk menemukan titik api. Medan yang dilintasi lumayan susah.

Kawasan bergambut dan semak belukar menjadi rintangan tersendiri menuju ke titik api. Sampai di lokasi, terlihat TNI AD dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 13 Bukitbarisan, yang bermarkas di Pekanbaru, berada di kawasan hutan.

Di lokasi kebakaran ini, ada 38 personel yang melakukan pemadaman. Kawasan hutan ini membara sejak lima hari lalu.

Terlihat pepohonan mengering karena terbakar. Di sanalah prajurit ini melakukan pemadaman dengan mengandalkan mesin semprot air. Mereka silih berganti memadamkan bara api yang masih menyala.

Asap pekat di lokasi sangat menyesakkan dada. Partikel debu membubung tinggi kala air disemprotkan ke lahan gambut yang terbakar.

“Kami sudah dua hari di lokasi ini untuk melakukan pemadaman. Kita juga dibantu tim Damkar, kepolisian, dan tim perusahaan,” kata Babak Rudal Manpads III Ton II Rai Rudal D, Arhanud, Sersan Bintar Wijaya, kepada detikcom di lokasi.

Bukan hal yang gampang memadamkan api di lokasi. Cerita Bintar, timnya sudah menyemprotkan air berkali-kali ke tumpukan batang balok yang terbakar menjadi arang. Serasa batang-batang kayu yang menghitam itu sudah tidak ada bara apinya.

Namun, saat tim bergeser ke titik lokasi lain, angin kencang memungkinkan kembali terjadi kebakaran.

“Kita di sini melakukan pendinginan, kemarin apinya sangat besar dan tinggi. Kami sempat mundur dari lokasi,” cerita Bintar.

Selain tim darat, di lokasi juga terpantau helikopter hilir mudik melakukan water bombing. Ini dilakukan agar sebaran titik api tidak menjelar ke tempat lainnya.

“Kami melakukan pemadaman di darat. Sagtas Udara membantu water bombing. Ini lokasi gambut yang memang sulit dipadamkan. Api tidak terlihat, tapi di dalam gambut masih membara. Makanya kita melakukan pendinginan di lokasi ini,” kata Bintar.

“Tim kita ada 125 orang, hanya dibagi-bagi ke lokasi lainnya. Di lokasi kami ada 38 personel,” kata Bintar. (dtc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed