Korban Meninggal Gempa Banten Bertambah
Periksa Rumah- Relawan memeriksa rumah warga yang rusak akibat diguncang gempa di Kampung Karoya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8). Menurut data resmi, total korban meninggal menjadi 6 orang dan 112 rumah rusak berat dan ringan.
JAKARTA (HK) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat gempa bumi Banten bertambah menjadi enam orang per Ahad (4/8).
“Jumlah total (korban) meninggal dunia 6 orang, luka-luka 3 orang,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, melalui keterangan tertulis, Minggu.
Korban tersebar di beberapa daerah. Di Kabupaten Pandeglang, terdapat satu orang meninggal dunia, dan dua orang luka-luka. Kemudian, sebanyak tiga orang meninggal dunia di Kabupaten Lebak. Sementara, di Kabupaten Sukabumi, tercatat dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak sekitar 136 kepala keluarga dan sebanyak 33.000 orang mengungsi akibat bencana tersebut. Seperti diketahui, gempa bumi bermagnitudo 6,9 mengguncang sebagian wilayah Banten, Jumat (2/8). Gempa yang berpusat di 147 kilometer barat daya Sumur, Banten itu juga terasa hingga Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah.
Awalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, kekuatan gempa Banten adalah magnitudo 7,4 dengan kedalaman 10 kilometer dengan pusat di 147 km arah barat daya Sumur, Banten. BMKG saat itu juga menyebut gempa ini berpotensi tsunami.
Namun, setelah dilakukan sejumlah pemutakhiran, ada perubahan sejumlah data mengenai gempa Banten. Setelah direvisi, BMKG menyebut kekuatan gempa magnitudo 6,9 dengan kedalaman gempa 48 kilometer. Selain itu, episenter gempa terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT, atau tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Seperti diketahui, gempa bumi bermagnitudo 6,9 mengguncang sebagian wilayah Banten,Jumat (2/8). Gempa yang berpusat di 147 kilometer barat daya Sumur, Banten itu juga terasa hingga Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah.
Agus menjelaskan satu korban bernama Sa’in (40), warga asal Ujung jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. “Korban mengalami kepanikan di kebun saat gempa bumi,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (3/8).
Sebelumnya BNPB merilis, empat orang meninggal dunia akibat gempa Banten. Dua dari empat orang yang meninggal terdata di Kabupaten Lebak atas nama Rasinah (48) dan Salam (95).
Sementara itu, dua korban lainnya tercatat berada di Kabupaten Sukabumi atas nama H. Ajay (58) dan Ruyani (35). Berdasarkan laporan BNPB, empat korban meninggal karena serangan jantung dan terpeleset saat gempa terjadi.
“Dua orang meninggal di Kabupaten Lebak itu karena kelelahan dan terkena serangan jantung, tapi dua orang di Kabupaten Sukabumi karena terpeleset ketika evakuasi dan serangan jantung,” kata Agus.
Awalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, kekuatan gempa Banten adalah magnitudo 7,4 dengan kedalaman 10 kilometer dengan pusat di 147 km arah barat daya Sumur, Banten. BMKG juga menyebut gempa ini berpotensi tsunami.
Namun, setelah dilakukan sejumlah pemutakhiran, ada perubahan sejumlah data mengenai gemba Banten. Setelah direvisi, BMKG menyebut kekuatan gempa magnitudo 6,9 dengan kedalaman gempa 48 kilometer. Selain itu, episenter gempa terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT, atau tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. (kcm)
