Detak Jantung Juraimi Tinggi

Petugas dan tim medis berupaya memindahkan Juraimi dari rumahnya di Rt 01 Rw 06 Jalan Sungai Datuk Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, yang sedang dieksekusi berdasarkan keputusan PN Tanjungpinang, Selasa (6/8/2019) pagi. (okialexander/haluankepri.com)

  • Eksekusi Lahan Tertunda

BINTAN (HK) - Kondisi Juraimi usai diperiksa tim medis mengalami tekanan pada bagian jantung. Detak jantungnya tinggi dan tekanan darahnya meninggi saat proses eksekusi pengosongan lahan dirumahnya di Rt 01 Rw 06 Jalan Sungai Datuk Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (6/8) pagi.

Upaya pengosongan rumahnya pun tertunda hampir 30 menit karena pemeriksaan medis dikhawatirkan terjadi hal-hal buruk terhadap kondisi Juraimi. Saat ini, petugas dan pihak keluarga masih bernegosiasi untuk membawa Juraimi ketempat lain agar mendapatkan perawatan intensif.

Namun, pihak keluarga bersikeras kalau bapaknya masih kuat dan sehat. “Bapak kami masih kuat, masih dikasih umur panjang sama Allah,” ujar salah seorang perempuan yang mengaku anaknya.

Upaya eksekusi pengosongan rumahnya terpaksa ditunda atas pertimbangan kemanusian. Tim medis berupaya memeriksakan kesehatan Juraimi yang berada disalah sati kamar rumahnya.

Usaha untuk memindahkan Juraimi berlangsung alot karena pihak keluarganya yang bersikukuh bahwa hidup dan mati selamanya dirumah tersebut.

“Atas dasar pertimbangan kemanusian, sebaiknya memang Bapak Juraimi kita berikan perawatan terlebih dahulu,” ucap Jur Sita PN Tanjungpinang, Daniel Yosef.

Bahkan, pengacara keluarga Juraimi, Muhammaf Firdaus juga berupaya membujuk pihak keluarga Juraimi agar Pak Juraimi dipindahkan untuk mendapatkan perawatan intensif tim medis.

“Ya pertimbangnya kesehatan bapak,” ujar Firdaus. (oxy)

(Visited 74 times, 8 visits today)