Ibu Negara Datang ke Batam Dalam Rangka HKAN
IBU Negara,Iriana Joko Widodo dan Msfidah Jusuf Kalla menanam pohon mangrove di Batam.Foto:Damri/Haluan Kepri
BATAM (HK) - Kedatangan Ibu Negara,Iriana Joko Widodo dan Msfidah Jusuf Kalla ke Batam di sambut dengan antusias masyarakat Kota Batam dan para pelajar SLTP dan SLTA se Kota Batam, Rabu (7/8/2019).
Kunjungan kedua ibu negara ini merupakan rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh pada tanggal 10 Agustus, namun kegiatan ini di percepat guna mempertimbangkan hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 11 Agustus.
Kegiatan HKAN ini ditandai dengan pelepasan sepasang burung Elang di Taman wisata Alam (TWA) muka kuning oleh ibu Iriana.
Usai pelepasan sepasang burung elang, kedua ibu negara itu bergegas menuju Mangrove pancur Pelabuhan guna penanaman mangrove bersama organisasi aksi solidaritas era (Oase) kabinet kerja dalam rangka gerakan nasional peduli mangrove, pemulihan das dan kampung hijau sejahtera sebanyak 5000 bibit pohon bakau.
Dalam sambutannya, Ibu Iriana mengatakan sebanyak 170 rb batang pohon mangrove sudah ditanami di 34 provinsi, sebab ini sudah menjadi perhatian serius untuk Indonesia mengingat hutan mangrove di Indonesia khususnya Kepulauan Riau sudah mulai di tebang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Kita menanam mangrove pastinya tidak asal menanam saja pasti dengan hati nurani karena tujuannya sangat positif untuk kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat. Selama ini yang kita dengar hanya sosialisasi tapi tidak ada tindakan,” ucap ibu Iriana.
Lanjutnya, perlu diketahui, hutan mangrove sangat berperan penting untuk keberlangsungan hidup, jika kita tidak peduli dengan ini, Ikan, kerang, satwa semua pada mati.
“Sekarang kita ada adik generasi penerus untuk pemeliharaan Mangrove dengan melakukan penanaman bibit pohon bakau,” ujarnya
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya mengatakan bahwa kepedulian konservasi sekarang sudah harus menjadi kepedulian umum, bukan hanya kepedulian orang kehutanan saja.
“Artinya urusan konservasi alam ini sudah menjadi kepedulian bagi semua masyarakat Indonesia,” ucap Siti.
Dikatakan, bahwa sebelumnya pada diskusi G20 di Osaka yang diikuti oleh 20 negara maju, ibu negara menjelaskan tentang mangrove Indonesia dan bagaimana kita memberikan kepedulian itu.
“Jadi sekarang penanaman mangrove di Indonesia sudah di laksanakan di 34 provinsi,” ungkapnya.
Tidak lupa, pada kesempatan itu Siti juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan penggiat konservasi, mitra ksdae serta para staffnya jajaran kementerian juga pemerintah daerah.
Pantauan Haluan Kepri dilapangan, kedua ibu negara mengunakan baju kaus merah putih panjang tangan dan celana panjang hitam dengan dikawal ketat oleh Paspampres, TNI dan Polri (Cw64).
