Kapal Pompong Nyaris Tenggelam - Muatan Hewan Kurban

Kepala Kantor Sarnas Natuna, Mexianus Bekabel dan Kadishub Kabupaten Natuna, Iskandar Dj (kiri) dan Kadis Damkar Kabupaten Natuna, Syawal (kanan) di kantor Sarnas Natuna saat konfernsi pers terkait laka laut pompong pengangkut hewan kurban.

NATUNA (HK)- Pompong Sumber Anugerah bobot 5 GT pembawa sapi kurban mengalami kebocoran di perairan Karang Bunta, Kecamatan Bungurun Utara, Kamis (8/8) siang.

Kecoran ini membuat kapal itu nyaris tenggelam. Kapal dan semua penumpangnya bisa diselamatkan oleh pompong nelayan yang berada tidak jauh dari kapal naas itu saat pristiwa terjadi.

Kepala Kantor Sarnas Natuna, Maxianus Bekabel menjelaskan kronologi kejadian itu. Pompong pengangkut hewan kurban itu berangkat dari Pelabuhan Air Batu, Pulau Laut sekitar pukul 08.00 WIB dengan tujuan Pulau Seluan, Kecamatan Bunguran Utara.

Di pompong itu terdapat 15 orang 1 orang Nakhoda, 2 orang ABK dan tiga belas penumpang. Pompong itu juga memuat sapi kurban ke Pulau Seluan. Sehabis itu kapal akan menruskan pelayarannya ke Tekuk Buton, Kecamatan Bunguran Utara dan kembali ke Pulau Laut.

Setelah satu jam lebih berlayar, kapal tersebut mengalami kebocoran di bagian lambung, sehingga kapal menjadi keberatan beban dan terus turun ke dalam laut.
Tapi nakhoda dan ABK tetap berupaya mengatasi keadaan dengan cara menimba air ke luar kapal lalu kapal bisa naik. Kondisi ini terus dilakukan berulang-sampai ada bantuan dari pompong warga lainnya.

“Kami menerima informasi itu pukul 12.19 siang. Kami langsung koordinasi dengan instansi terkait dan membentuk Tim Sar Gabungan untuk segera melakukan operasi pertolongan,” kata Bekabel saat konfrensi pers bersama Kadiahub Kabupaten Natuna, Iskandar Dj, Kadis Damkar Kabupaten Natuna, Syawal di Kantor Sarnas Natuna.

Tim Sar Gabungan itu terdiri dari personil Sarnas, TNI AL, Polair Polres Natuna dan Dishub. Operasi ini melibatkan KN Sasikirana dari Sarnas Natuna, KRI
JOL-358 dan KAL Bungaran dan Lanal Ranai serta Kapal Pelanan Rakyat (Pelra) milik Pemkab Natuna dan sejumlah pompong milik warga.

Kini pompong pengangkut hewan kurban itu dinyatakan telah berhasil diselamtkan dan sedang ditarik oleh kapal Perla menuju Pulau Laut dibawah pengawalan KN Sasi Kirana dari Sarnas Natuna.

“Syukurnya tidak ada korban jiwa dan barang pada pristiwa itu. Sekarang sedang sedang ditarik kembali ke Pulau Laut,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati melakukan aktifitas di laut karena perubahan cuaca begitu cepat terjadi di Natuna.

“Tadi aja rilis dari BMKG tinggi gelombang laut sekitar 0,5-2 meter, tapi setelah kami turun melakukan pencarian tinggi gelombang sekitar 4 meter. Cepat sekali berubahnya. Kita semua perlu hati-hati, utamakan keselamatan dalam berlayar,” ingatnya mengakhiri. (fat)

(Visited 18 times, 18 visits today)