Tim Dirlantas Polda Kepri Datangkan Alat Traffic Accident Analysis

TIM Dirlantas Polda Kepri menggunakan alat TAA (Traffic Accident Analysis) saat mengambil beberapa titik dilokasi kejadian laka lantas di Jalan Wisata Bahari Km 30 Kawal, Jumat (9/8) siang. Foto:Oki Alexander/Haluan Kepri

BINTAN (HK) - Tim Dirlantas Polda Kepri datangkan alat TAA (Traffic Accident Analysis) untuk membuat gambaran simulasi sebelum dan sesudah kejadian, Jumat (9/8) siang.

Alat itu didatangkan menyusul peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Wisata Bahari Km 30 Kawal pada Kamis (8/8) sore yang merenggut dua korban jiwa, yakni Dewi dan Haris.

Alat pabrikan dari Austria itu dipasang di 6 titik berbeda di lokasi kejadian. Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Kepri AKBP Tolopan Simanjuntak menerangkan, alat canggih tersebut akan membuat secara tersistem gambaran berupa video animasi sebelum, saat kejadian dan sesudah kejadian.

“Tadi ada 6 titik yang kita ambil pakai TAA. Hasilnya nanti malam sudah bisa didapat,” ujar Tolopan dilokasi.

Alat seharga Rp 2 miliar itu digunakan karena detail memberikan gambaran mengenai kejadian laka lantas dengan gambar yang presisi. Bahkan, kecepatan kendaraan juga tergambarkan pada alat TAA tersebut.

Tolopan menerangkan, dengan hasil pengerjaan secara digital oleh alat TAA, penyidik mendapat gambaran untuk dicocokkan dengan keterangan para saksi kejadian.

“Ini sangat membantu penyidik dalam menyelesaikan kasus. Karena hasil dengan tingkat error system 0 persen,” sebutnya.

Ia mengaku sudah 4 kali menggunakan alat canggih itu untuk menuntaskan kecelakaan diwilayah Bintan dalam beberapa tahun terakhir. “Hasilnya alhamdulillah, sesuai dengan keterangan para saksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bintan AKP Cut Putri Amelia Sari menambahkan, sejauh ini pihaknya intens meminta keterangan sopir truk, Ridwan yang saat ini ditahan di Polsek Gunung Kijang.

“Selain itu kita masih berupaya mencari saksi-saksi lain yang memang melihat kejadian,” ujar Cut.

Kedua korban jiwa menurutnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP Ahmad Thabib Km 8 Tanjungpinang akibat pendarahan dibagian kepala dan luka robek pada bagian pangkal paha.

“Dokter menyatakan meninggal dunia sehabis Isya setelah kejadian,” sebutnya.

Dengan peristiwa ini, kepolisian kata Cut menghimbau kepada segenap masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi korban ketimbang merekam dan memviralkan kejadian kecelakaan. Sebab, meninggalnya dua korban kecelakaan di Kawal diduga karena lambat ditolong.

“Jadi kalau ada kecelakaan, lebih baik menolong korban dulu daripada harus merekam dan memviralkan. Karena ini menyangkut nyawa manusia,” imbuhnya. (oxy)

(Visited 29 times, 4 visits today)