SMPN 12 Batam Kurban 1 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing
Siswa-siswi dan guru SMPN 12 Batam sedang mencincang daging sapi kurban yang sudah disembelih, Senin (12/8). SMPN 12 Batam tahun ini berkurban 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing hasil ibadah berkurban patungan kepala sekolah dan para guru. IST
BATAM (HK) - Siswa-siswi dan guru di SMPN 12 Batam pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tahun ini, kembali melanjutkan tradisi berkurban yang hampir tiga tahun tidak dilakukan. Kali ini mereka melakukan kegiatan kurban dengan 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang kesemuanya merupakan kurban patungan kepala sekolah serta guru.
Kegiatan kurban yang diselenggarakan di halaman sekolah, Senin (12/8) ini, disaksikan Komite Sekolah bersama semua siswa yang dipandu langsung oleh ustazd dari Masjid Al Kaffah. Baik prosesi menyembelih hewan kurban, menguliti, mencincang daging kurban, hingga menimbang dan membukus daging kurban melibatkan para siswa yang dibina langsung Ketua Panitia Kurban sekaligus guru agama Islam (PAI), Benharfis SAg.
Menurut Benharfis, praktek pelajaran berkurban ini setiap tahun selalu diadakan pihaknya, meski mediasinya diganti dengan ayam. Kegiatan ini biasanya diberikan kepada siswa kelas IX dalam ujian praktek Pendidikan Agama Islam.
“Kegiatan kurban seperti ini rutin diadakan pihak sekolah, namun sempat terhenti selama tiga tahun, baru kali ini kita gelar kembali. Dalam kurban ini anak didik kita libatkan agar bisa mencontoh yang dilakukan nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail sebagai suri tauladan,” ujarnya disela-sela mengatur kegiatan kurban di sekolahnya.
Dinilainya, kegiatan kurban sangat banyak manfaatnya sebagi pembelajaran parktek siswa dalam tata cara berkurban yang baik dan benar. Disamping itu juga hikmah dari kegiatan ini, katanya diharapkan dapat meningkatkan keimanan baik untuk siswa, para guru dan orang-orang yang ada lingkungan SMPN 12 Batam.
“Tahun ini lah kita mulai lagi berkurban meski hanya 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing, karena waktunya mepet. Kita harapkan kurban tahun depan lebih banyak lagi hewan yang kita kurbankan,” harapnya. Seraya mengatakan dari jumlah hewan kurban ini nantinya akan dibagi dalam 110 kantong yang akan disalurkan kepada siswa kurang mampu di SMPN 12 Batam, dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Sementara ditempat yang sama guru lainnya Bistiyah Siti Supandi SPd, Nofia Helmita SPd, dan Rinawati SPd, menambahkan kegiatan kuran di sekolah ini dilakukan keesok harinya setelah hari Raya Idul Adha. Namun kata mereka masih dibolehkan karena masih hari Tasyrik pada bulan zulhijjah menurut kalender Islam. “Masih hari sakral hari raya Idul Adha, hanya saja waktunya berbeda satu hari saja dari Idul Adha. Jadi kalau kita adakan keesok harinya masih syah kita lakukan,” kata Bistiyah sambil diamini yang lainnya.
Sekolahnya kata mereka menggelar kurban tidak semata-mata ibadah saja, melainkan sebagai pembelajaran yang bermakna bagi siswa dan guru lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk membiasakan saling berbagi dan selalu taat akan perintah Allah SWT. Selain itu juga pembelajaran bagi siswa dari mulai menyembelih, menguliti, memotong daging kurban, membungkus hingga menimbang dan membagikan kepada yang berhak menerimanya.
“Alhamdulillah kita bisa kembali berkurban, terimakasih kami ucapkan kepada Kepala Sekolah, Bu Nurmi yang menyemangati kita untuk berkurban bersama-sama. Selain itu melanjutkan tradisi berkurban di sekolah jita ini, sebagai nilai sosial religius repolusi mental, serta pendidikan karakter siswa sesuai ajaran dari Kurikulum K-13 itu,” kata mereka bersahutan. (men)
