Anambas Banjir Buah Durian, Petani Mengaku Merugi
DURIAN MELIMPAH - Petani durian di Jemaja saat menjajakan hasil panen duriannya, Senin (12/8). Durian di KKA saat ini melimpah sehingga harganya cukup murah mulai Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per butirnya. YUDI
ANAMBAS (HK) - Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) hampir dua bulan terakhir tahun 2019 ini kebanjiran buah durian. Hal ini membuat harga durian dijual di pasar cukup murah dari Rp5 ribu hingga Rp 7 ribu perbuah.
Kejadian ini berdampak terhadap penjual durian dipasaran jadi kurang laku. Hampir seluruh pelosok durian dari desa-desa memiliki batang durian berbuah lebat, hingga durian dipasaran membanjir dan kurang laku.
“Sekarang buah durian banjir, kami tidak jual bang hanya untuk dimakan saja dan dibuat dodol durian,” ujar Igun Mardison warga Dusun Sedanau, Desa Rewak Kecamatan Jemaja, ketika di temui, Senin (11/8).
Kata dia, tahun 2018 yang lalu, jumlah durian sangat sedikit dan batang durian tidak banyak berbuah. Tapi tahun 2019 ini batang durian yang dimilikinya sebanyak 10 batang semuanya berbuah dan lebat.
“Tahun lalu jumlah durian sedikit, masih bisa kita jual di pasar. Kalau sekarang tidak laku jual karena buah durian lagi banjir. Alternatif agar tidak punah, kami jadikan lempok durian (dodol) saja,” jelasnya.
Sementara di kota Tarempa akan diadakan acara pesta makan durian di hari perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUTRI) ke 74 nanti. Hal itu untuk membantu petani kebun durian agar buah durianya laris terjual.
“Kami akan adakan acara pesta durian di Tarempa, agar para penjual buah durian dapat uang atau laris buah duriannya. Memang harga durian saat ini sangat murah. 1 ikat dibandrol Rp 50 ribu sebanyak 10 buah durian,”katanya.(yud)
