Pariwisata “Periuk” Baru Kepri
Kabiro Komunikasi Kemenpar RI, Guntur Sakti. (damri/haluankepri.com)
BATAM (HK) - Pariwisata merupakan “periuk” barunya Provinsi Kepri. Hal ini didasarkan data yang disampaikan Menteri Parawisata (Kemenpar) RI, selama semester 1 tahun 2019, Kepri adalah daerah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) terbanyak kedua di Indonesia setelah Bali dan di atas Jakarta. Prestasi ini harus dipertahankan. Bahkan, kalau bisa harus menjadi peringkat satu.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, Guntur Sakti, dalam acara Malam Anugerah Pariwisata Kepri tahun 2019, di Pacific Palace Hotel, Batam, Sabtu (31/8/2019).
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepri itu, mengungkapkan, Provinsi Bali itu pintu masuk wisman adalah Bandara Internasional Ngurah Rai dan Jakarta adalah Bandara Soekarno Hatta.
Sedangkan Kepri, lanjutnya, ada empat Kabupatan atau Kota pintu masuknya wisman, yaitu Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun. Untuk Batam pintu masuknya ada lima tempat, yakni empat pelabuhan laut dan satu bandara.
“Jadi, kalau ditambahkan jumlah wisatawan yang masuk ke Batam dengan wisatawan yang masuk ke Tanjungpinang, Bintan dan Karimun, maka Kepri lebih unggul dari Jakarta,” ucap Guntur.
Diuraikannya, besarnya wisman yang berkunjung ke Kepri akan memberi efek besar pada pendapatan daerah.
Namun Guntur berharap Kepri jangan berpuas diri dengan posisi nomor dua saat ini, karena daerah lain sedang mengintai Provinsi Kepri.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Arif Fadillah mengatakan, semua pemerintah kota dan kabupaten yang ada di Kepri harus memanfaatkan potensi Kepri dan peluang yang ada. Dikatakannya, salah satu sektor yang dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi Kepri adalah pariwisata.
“Kami berharap kepada seluruh dinas parawisata Kabupaten Kota yang ada di Kepri untuk mengemas berbagai kegiatan, bagaimana agar wisatawan datang daerah masing-masing,” ucap Arif. (cw64)
