Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tetap Baik

KEPALA Perwakilan BI Provinsi Kepri Fadjar Majardi. Foto: Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan yang tetap baik. Meskipun pertumbuhan pada triwulan II 2019 tercatat melambat ke angka 4,66 persen dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan I 2019 sebesar 4,79 persen.

Kinerja perekonomian ini masih mengindikasikan momentum pertumbuhan ekonomi Kepri yang tetap terjaga dalam fase peningkatan sejak pertengahan tahun 2017.

Perkembangan tersebut utamanya didorong oleh kinerja investasi yang tumbuh positif, inflasi Kepri yang rendah dan mendukung terjaganya daya beli, serta terjaganya stabilitas sistem keuangan yang dapat mendukung peningkatan pembiayaan ekonomi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Fadjar Majardi dalam acara capacity building kehumasan yang diselenggarakan oleh kantor wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri bersama 20 awak media Kepri dihotel Mandarin Jakarta. Sabtu (21/9/2019).

Diakatakan Fadjar, dari sisi permintaan perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2019 bersumber dari kinerja net ekspor yang kembali terkontraksi setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh positif serta kinerja konsumsi rumah tangga yang relatif stabil.

Sementara itu kinerja investasi tetap tumbuh meningkat. Ekspor luar negeri Kepri tercatat mengalami perbaikan dari kontraksi 6,74 persen pada triwulan 1 2019 menjadi kontraksi 6,26 persen pada triwulan II 2019.

Bersumber dari perbaikan kontraksi ekspor non migas yang didorong oleh peningkatan pertumbuhan ekspor produk elektronik untuk tujuan ekspor Amerika Serikat serta permintaan yang lebih tinggi pada industri shipyard Kepri.

“Namun demikian kata Fadjar, perbaikan impor luar negeri yang lebih baik dibandingkan perbaikan ekspor luar negeri menekan kinerja net ekspor pada triwulan II 2019,” ucap Fadjar.

Sedangkan, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh relatif stabil seiring dengan antisipasi pengeluaran yang lebih besar pada triwulan III 2019 seperti pengeluaran untuk tahun ajaran baru meskipun tertahan oleh peningkatan permintaan atau konsumsi masyarakat pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kinerja investasi Kepri kembali terakselerasi pada triwulan II 2019 dengan pertumbuhan sebesar 6,59 persen, didorong oleh peningkatan investasi PMA maupun PMDN yang tumbuh cukup signifikan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga tumbuh meningkat pada triwulan II 2019 terdorong oleh adanya kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif.

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi triwulan II 2019 dipicu oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tercatat mengalami kontraksi, sementara tiga lapangan usaha utama lainnya yaitu industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan tumbuh menguat.

“Kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian pada triwulan II 2019 kembali terkontraksi sebesar 7,71 persen setelah sebelumnya tumbuh positif sebesar 10,04 persen, bersumber dari kinerja ekspor migas yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2019 seiring dengan tren harga migas dunia yang kembali mengalami penurunan,” tuturnya. (Cw64)