Drainase Batam Banyak Belum Dinormalisasi
haluankepri.com
BATAM (HK) - Drainase di Kota Batam banyak yang belum dinormalisasi. Beberapa dranase itu masih banyak yang dangkal akibat adanya sedimentasi lumpur.
Selain itu, ada juga sudah ditumbuhi rumput dan tumbuhan lain yang menghambat saluran air. Seperti yang terlihat di pinggir jalan protokol yang berpotensi menyebabkan banjir kala hujan deras turun.
Pantauan Haluan Kepri drainase di sepanjang Jalan Pahlawan, Batuaji, tepatnya di depan makam pahlawan sudah dangkal dan ditumbuhi rerumputan.
Begitu juga halnya drainase di depan Perumahan Central Raya Batu-aji atau di depan Perumahan Masyeba Indah. Drainase di sini seperti tak terurus, karna rumput yang tumbuh di dalam drainase sudah mencapai 30 sentimeter. Rumput tersebut didominasi eceng gondok.
Kondisi ini juga terjadi di drainase didepan pasar Melayu Batuaji.
“Sudah pernah dibersihkan, tapi memang sudah lama juga tak dibersihkan drainasenya. Makanya kalau hujan sampah-sampah nyangkut. Air tidak bisa lancar mengalir,” kata Minto, warga Perumahan Masyeba.
Minto mengaku drainase dimaksud pernah dinormalisasi Pemko Batam di daerah tersebut. Tetapi tidak semua drainase dikeruk. Bahkan itu pun dilakukan setelah sempat terjadi genangan banjir di beberapa perumahan di sana.
“Pernah di sini banjir besar dan menggenang beberapa perumahan. Saat itu ada alat berat yang mengeruk drainase tetapi setelah itu sudah tak ada lagi,” katanya, Minggu (22/9) siang.
Werton Panggabean, anggota DPRD Kota Batam mengatakan, saat ini memang masih banyak drainase yang perlu menjadi perhatian serius Pemko Batam. Karna masih banyak yang dangkal dan harus dinormalisasi kembali.
Apalagi, sambungnya, drainase atau parit yang menghubungkan beberapa perumahan serta dipinggir jalan protokol. “Selama ini memang kita apresiasi pemerintah Kota Batam karena drainase induk sudah sering dinormalisasi, tapi tak ada pemelihara drainasenya. Ini juga harus diperhatikan,” katanya lagi.
Menurut dia, saat musim hujan nantinya, bisa jadi ada beberapa perumahan yang terendam banjir karena drainase mampet dan dangkal. “Ini juga bisa menjadi atensi dari pihak kecamatan bekerja sama dengan warga,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) kota Batam, Yumasnur mengatakan, jika pihaknya terus melakukan normalisasi di titik-titik yang berpotensi menyebabkan banjir. Dan sudah terbukti terjadi pengurangan titik banjir di Batam.
