Disdik Gelorakan Pendidikan Karakter, Utamanya Budi Pekerti dan Pengamalan Pancasila
Disdik Gelorakan Pendidikan Karakter, Rabu (25/9).
BATAM (HK) - Guna mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menggelorakan pendidikan karakter, seprti halnya pengembangan budi pekerti serta pendidikan penghayatan pancasila.
“Melalui dinas kita sosialisasikan, kita apel di sekolah-sekolah. Dan kita ingatkan, gencarkan pendidikan berkarakter yang tangguh. Jati diri positif, yang mantap serta berprestasi,” ujar Kadisdik Batam, Hendri Arulan, Rabu (25/9).
Dikatakan, pendidikan berkarakter sudah gencar diamanahkan Kemendikbud. Maka dari itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan gencar menghimbau, baik sekolah-sekolah maupun Kepala Sekolah agar membangun pendidikan berkarakter. Termasuk kepada guru-guru mata pelajaran seperti IPS, IPA, serta matematika.
Pendidikan berkarakter ini, kata Hendri, guru guru disekolah perlu memberikannya kepada siswa.
“Kita tetap ingatkan kepala sekolah memberikan pendidikan berkatakter kearah yang lebih baik. Misalnya ekstrakurikuler penguatan karakter,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri mengatakan, penguatan pendidikan berkarakter yang diutamakan pendidikan budi pekerti serta pendidikan penghayatan pancasila.
Peran guru, dalam membangun pendidikan berkarakter yang kuat, kata Hendri sangat menentukan kelangsungan pendidikan tersebut.
“Pendidikan berkarakter bukan hanya siswa. Guru-guru sangat berperan. Saya yakin, dengan kompetensi guru-guru di Batam dalam memberikan pendidikan tersebut,” ungkapnya.
Menurut Hendri, salah satu tujuannya adalah pendidikan berkarakter yang kearah yang lebih baik, akan menghindarkan siswa dari dampak kenakalan remaja, maupun penyimpangan prilaku.
“Kita berterima kasih kepada mitra Kepolisian yang turut serta memberikan bimbingan ke sekolah-sekolah, memberikan materi seperti pencegahan kenakalan remaja. Karena kemajuan pendidikan bukan hanya di dinas pendidikan, namun peran serta stakeholder dan elemen masyarakat,” terangnya. (put)
