Solar dan Premium Kosong di Batuaji
JALUR PERTAMAX - Pengendara di salah satu SPBU di Batuaji terpaksa antre di jalur BBM Pertamax, dikarenakan BBM jenis premium kosong. Diketahui sejumlah SPBU di Batuaji dan sekitarnya mengalami kekosongan BBM premium yang diduga karena ulah petugas yang mengutaman pembelian dengan gerigen. (DEDI/HALUAN KEPRI)
BATUAJI (HK) — Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar premium sempat mengalami kekosongan di sejumlah Tempat Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Batuaji dan Sagulung sekitarnya.
Dari pantauan di dua SPBU, masing-masing SPBU Genta dan SPBU Merapi Subur, Rabu (2/10) pagi, dua SPBU ini kehabisan stok BBM jenis solar dan premium. Sehingga pengendara terpaksa membeli BBM Pertamax agar tetap bisa melanjutkan aktivitasnya.
Di depan SPBU juga terdapat tulisan pengumuman yang berisi tulisan maaf solar akan tersedia kembali dan premium dalam pengiriman.
“Hari ini mulai kosong. Mungkin nanti siang datangnya. Tapi kalo jenis solar belum tahu jam berapa datangnya,” ucap Pengawas SPBU Genta III Batuaji, pagi.
Sementara, pengguna jalan atau masyarakat Batuaji kesal lantaran seringkali solar habis. Begitu juga dengan BBM jenis premium.
“Wajar lah habis solarnya. Soalnya para SPBU di Batuaji dan Sagulung ini lebih mementingkan jerigen atau mobil yang diduga pelansir,” kata Azis nada kesal.
Ia juga mengatakan, setelah diamatinya sering kali mobil sedan sedang parkir di pom bensin yang ada di Batuaji dan Sagulung ini. Ia pun menduga jika mobil sedan tersebut adalah para pelangsir BBM jenis Solar dan Premium.
“Seharusnya pihak kepolisian dan pihak Migas mengawasi keberadaan pelangsir di sekitar SPBU, apalagi pihak Bakamla RI sudah mengamankan kapal pemain solar yang bermain di perairan Kepri ini,” katanya lagi.
Karena, sambungnya Tisar, masyarakat lainnya, semakin lama pemain solar semakin merajalela. Makanya hitungan menit solar langsung habis dari SPBU.
“Kalo bensin nya lebih dipentingkan pembeli jerigen. Makanya pengguna jalan sering tak dapat minyak bensin tersebut,” ujar Tisar.
Oleh karna itu, masyarakat Batuaji dan Sagulung meminta kepada pihak terkait, utamanya pihak kepolisan untuk mengawasi para pemain solar tersebut. Pasalnya di daerah Batuaji dan Sagulung sudah mulai bermunculan para pemain solar, dan diduga sudah mulai banyak timbul gudang solar. (ded)
