Kantor DPRD Natuna Dinilai Kurang Layak
Bentuk luar gedung paripurna DPRD Natuna. (fatur/haluankepri.com)
NATUNA (HK) - Sejumlah kalangan menilai kantor DPRD Natuna yang ditempati sekarang kurang layak sebagai kantor dewan.
Penilaian itu tertuju pada kawasan yang dinilai tidak akomodatif untuk menggelar acara-acara legislasi yang beskala besar.
“Kantor ini memang nampak kurang layak. untuk sekelas dewan. Kantornya kekecilan,” kata Irisa, seorang pengunjung Rapat Paripurna pengambilan sumpah dan janji pimpinan DPRD Natuna di kantor DPRD Natuna, kemarin.
Dengan ini ia mengaku tidak kebayang bagaimana susahnya panitia acara mengatur arena karena lokasi yang tersedia tidak cukup untuk mengakomodir pengunjung.
“Maka tak heran kalau ada orang yang komplin tak bisa masuk atau terpaksa berdiri di sepanjang waktu acara. Kasian petugasnya, payah mereka nak ngatur, apalagi acara-acara dewan seperti ini kan melibatkan orang banyak,” jelasnya.
Ia pun mempertanyakan keberadaan pembangunan gedung kantor DPRD Natuna baru yang sudah bertahun-tahun mangkrak tak dilanjutkan.
Menurutnya gedung baru itu harus segera dituntaskan karena kantor DPRD merupakan referensi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan kantor itu akan bisa menjadi solusi atas persoalan yang telah disebutakan di atas.
“Makanya gedung baru itu jadi penting, bagaimanapun kantor dewan itu merupakan refresentasi rakyat. Keberadaanya harus memadai di semua aspek,” tegasnya mengakhiri.
Ketua DPRD Natuna, Andes Putra mengaku belum ada rencana anggaran untuk lanjutan pembangunan gedung kantor itu karena masih ada kegiatan pembangunan lain yang mesti didahulukan.
“Oh, itu belum. Masih ada yang lebih prioritas seperti bendungan, gedung daerah dan lainnya. Itu belum,” ujarnya. (fat)
