TNI Harus Bahu Membahu dan Bersinergi
(damri/haluankepri.com)
BATAM (HK) - Dalam melaksanakan tugas pokoknya, TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa.
Hal itu adalah amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Gabriel Lema saat menjadi inspektur upacara HUT ke-74 TNI di wilayah korem 033/Wira Pratama (WP) Komando Daerah Militer (Kodam) 1/Bukit Barisan (BB), Sabtu (5/10/2019) di Dataran Engku Putri Batam Centre.
Dikatakan Gabriel, adapun yang harus dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit itu adalah, pertama, perkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepadanya lah kita berserah diri.
Kedua, tingkatkan soliditas TNI, pegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Ketiga, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian komplek.
Keempat, sikapi berbagai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif. Kelima, jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa menyertai dan meridhoi setiap langkah pengabdian TNI bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang sangat kita cintai bersama,” ucapnya.
Ditambahkan Gabriel, sebagai alat negara tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode
peperangan baru.
Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.
“Hal ini telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tuturnya. (Cw64)
