BATAM (HK) - Belakangan ini Warga Batam kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, Pertalite hingga Solar di sejumlah Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Batam. Hal itu dikarenakan mengalami kelangkaan atau stok kosong.
Seperti terlihat di SPBU Sukajadi, SPBU Pasir Putih, SPBU Gelael dan SPBU Batam Centre. Dimana rata-rata terpasang papan pengumuman bahwa BBM lagi kosong atau dalam pengantaran. Senin (7/10/2019).
Salah seorang pengawas di SPBU Pasir Putih Batam Kota, Hafiz mengatakan bahwa BBM jenis Premium dan Pertalite itu sudah kosong dari pagi hari.
Hingga sore pihaknya masih menunggu adanya pengantaran BBM itu ke SPBU tempat dia bekerja, sebab pada hari minggu pengantaran BBM tidak ada dari Pertamina karena libur. Stok BBM jenis solar dan Pertamax yang masih ada itu adalah stok yang dikirimkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) hari Sabtu kemaren.
“BBM normal kok pak, tidak ada kelangkaan. Sebab dari pagi mengalami kekosongan ini adalah karena pada hari minggu pengantaran tidak ada, terakhir adalah hari sabtu, mungkin nanti juga datang tu,” ucap saat dijumpai Haluan Kepri di ruang kerjanya.
Dikatakannya bahwa jatah di SPBU tempat dia itu tidak ada pengurangan dari Pertamina, yakni masih seperti biasa, yakni BBM jenus Pertalite 16 KL perhari, kecuali Sabtu dan Minggu sedangakan BblBM jenis Premium 8 KL perhari.
“Jatah kami tidak ada dikurangi oleh Pertamina dan kami juga menjualnya juga sesuai stok yang ada, kalau stok ada pasti kami jual, kalau tidak ada ya harus menunggu sampai datang, karena jatah masing-masing pertamina itu kan sudah ada,” ungkapnya.
Secara terpisah, Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo mengatakan BBM jenis premium, pertalite dan solar itu sebenarnya tidak langka di Batam, hanya saja kekosongan yang terjadi hari Senin pagi hingga siang itu, dikarenakan pada hari Minggu tidak ada pendistribusian BBM ke SPBU.
“Pagi tadi, Senin 07/10/2019, disalurkan ke masing-masing SPBU lebih dari 350 ribu liter BBM jenis Premium dan lebih dari 530 ribu liter BBM jenis Pertalite,”
Menurutnya, terkait adanya antrean mobil dan motor di SPBU itu karena prosesnya masih dalam pengiriman atau dalam perjalanan ke SPBU dari TBBM, delivery order dengan jumlah tersebut untuk masing-masing SPBU sudah keluar.
“Mobil tangki sudah diberangkatkan untuk mengantar BBM ke SPBU sesuai dengan Delivery Order. Pengurangan jatah BBM untuk masing-masing SPBU itu tidak ada. Faktanya, penyaluran Premium di Kepri sudah lebih besar 4 persen dibanding kuota yg ditetapkan BPH Migas,” pungkasnya.
Pantauan Haluan Kepri, disejumlah SPBU para pengendara roda empat dan roda dua terpaksa harus mengisi BBM jenis Pertamax, dikarenakan stok jenis Premium dan Pertalite kosong dan dalam pengantaran. (Cw64)











Comment