Uang Tunai Sepi, Bank di Natuna Tutup
Sebuah Bank di Natuna tutup diduga karena terkena rush money. (fatur/haluankepri.com)
NATUNA (HK) - Sejumlah kalangan menilai, kondisi pengelolaan perbankan di Natuna mengalami kemerosotan.
Kondisi ini sudah mulai berdampak pada salah satu cabang bank yang berada di Natuna. Bank tersebut terpaksa hengkang dari Natuna karena banyak nasabah yang menguras habis uang simpanannya dari bank itu.
“Kabarnya ada salah satu bank yang terpaksa tutup dan pindah ke wilayah lain. Makanya, banyak nasabah yang menarik uangnya supaya bisa terselamatkan,” kata Wisnu seorang warga kota Ranai, Selasa (15/10).
Kondisi ini, diperparah lagi dengan menurunnya perekonomian masyarakat Natuna. Terbukti kurangnya perputaran keuangan di kalangan masyarakat.
“Melihat situasi ini, tidak sedikit masyarakat menjadi ragu untuk menitipkan uangnya di bank. Terlebih dengan adanya bank yang tutup,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Imron, seorang pemerhati perbankan di Natuna. Dia mengatakan, uang merupakan satu-satunya alat tukar di Indonesia.
Saat ini dikhawatirkan adalah rush money yaitu gerakan menarik uang nasabah dari tabungannya secara serempak, dalam jumlah yang besar dan di waktu yang hampir bersamaan. Bahkan tak jarang nasabah menguras habis uang yang berada pada bank.
Ia juga menerangkan, terdapat tiga akibat rush money, pertama di bidang ekonomi adalah kacaunya sistem perbankan, akibat kurangnya uang tunai yang akibatnya terjadi gejolak ekonomi.
Kedua sektor sosial yaitu timbulnya keresahan karena sistem bank yang berantakan, akibatnya kepercayaan masyarakat terhadapat bank-bank yang ada di daerah akan menurun. (fat)
