Soerya dan Isdianto Siap Majukan Ekonomi 7 Persen

CALON Gubernur Kepri, Soerya Respationo dan calon Wakil Gubernur Kepri Isdianto foto bersama dengan Ketua Kadin Kepri dan ketua Kadin Batam. Foto: Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) - Soerya Respationo dan Isdianto siap majukan ekonomi Provinsi Kepri minimal 7 persen jika nantinya terpilih dalam Pilkada Kepri pada 2020 mendatang, karena dirinya sudah positif maju sebagai bakal Calon Gubernur Kepri yang akan berpasangan dengan Plt Gubernur Kepri, Isdianto itu nantinya.

Saat ini yang sudah pasti mendukung dia bersama Isdianto untuk maju Pilkada Kepri nanti adalah PDIP dan PKB. Dimana sesuai dengan peraturan perundang-undagan bahwa calon Gubernur dan Wakil Gubernur itu harus didukung mininal 20 persen dari kursi DPRD daerah, hal itu sudah terpenuhi.

Apabila pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri tidak mencapi 7 persen maka untuk selanjutnya dia tidak akan mencalonkan diri lagi pada Pilkada periode berikutnya.

Hal itu berdasarkan surat pernyataan dan janji politik ekonomi yang ditandatangani bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri, Jumat (1/11/2019) di halaman kantor Kadin Kepri Batam Center.

Dikatakan Soerya, pertumbuhan ekonomi Kepri ditargetkan yang ditargetkan oleh Kadin Kepri 7 persen itu bukalah pertumbuhan yang maksimal, tapi 7 persen itu adalah minimal.

Dalam politik itu yang terpenting bukanlah berkata-kata saja, namun harus berkarya nyata. Insyaallah jika nanti terpilih jadi Gubernur dan wakil Gubernurnya juga tidak boleh berkata-kata, tapi harus berkarya nyata.

“Saat ini penghambat sulitnya pertumbuhan ekonomi salah satunya disebabkan tata kelola pemerintah daerah yang belum beres dan belum pas. Mental dan atittude ASN yang harus diperbaiki,”ucap Soerya.

Menurutnya, pelebaran jalan yang di Kota Batam saat ini adalah program Pemrov Kepri dan anggarannya adalah anggaran Pemrov Kepri, tapi DPRD Provinsi dan Kota harus diperhatikan bahwa dalam membangunan jalan itu jangan mengorbankan sektor-sektor informal.

“Para pengusaha kecil itu adalah masyarakat yang bergerak dibidang informal. Pedagang kaki lima adalah pedagang Usaha Kecil Menegah (UKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), meraka itu adalah para pengusaha tanguh dari pada pengusaha atas,” ungkapnya.

Sementara itu, Isdianto mengatakan bahwa dia bersama Soerya sudah berkomitmen untuk memajukan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen itu nantinya, namun diminta kepada Kadin Kepri dan Batam juga harus berkomitmen untuk itu.

Dimana di Kepri ini masih banyak yang bisa menunjang peningkatan perekonomian itu, diantaranya adalah parawisata, kelautan, perikanan dan pertanian.

“Jangan kita diminta untuk berkomitmen tapi Kadin belum berkomitmen. Kami berharap juga kepada Kadin untuk mampu membawa potensi yang ada itu bersama-sama dengan pemerintah,” ucap Plt Gubernur Kepri itu.(dam)