2.091 Santri se Kabupaten Karimun Ikuti Munaqosah Alquran

PENGURUS BMPG-TPQ Karimun bersama ustadz dan ustazah di Karimun saat pelaksanaan munaqosah di Masjid Al Amin, Bukit Tembak, Kecamatan Meral, Sabtu (2/11). Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Badan Musyawarah Pengurus Guru Taman pendidikan Alquran (BMPG-TPQ) Kabupaten Karimun melaksanakan munaqosah tahun ajaran 2019-2020 kepada 280 Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang ada di Karimun. Kegiatan munaqosah itu diikuti sebanyak 2.091 santri yang dimulai sejak Jumat (1/11) hingga Ahad (3/11).

“Munaqosah tahun pelajaran 2019-2020 ini dilaksanakan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu kita laksanakan pada bulan Februari atau Maret, maka tahun ini dimajukan pada bulan Novemver,” ungkap Ketua BMPG-TPQ Kabupaten Karimun, Ustadz Zaini
di Masjid Al Amin, Kelurahan Bukit Tembak, Kecamatan Meral, Sabtu (2/11/2019).

Kata Ustadz Zaini, alasan dipercepat pelaksanaan munaqosah di Karimun karena biasanya pada semester II banyak kegiatan yang bersamaan dilakukan di tingkat Kabupaten Karimun seperti pelaksanaan STQ dan MTQ. Selain itu, peserta munaqosah ini rata-rata kelas VI SD maupun
MI, jadi mereka bisa fokus mempersiapkan ujian akhir di sekolah masing-masing.

Menurut Utadz Zaini, tahun ini pelaksanaan munaqosah dilaksanakan selama tiga hari yakni Jum’at (1/11) sampai Ahad (3/11). Namun, masing-masing TPQ ada yang melaksanakan tiga hari penuh dan ada juga yang hanya dua atau satu hari saja. Semuanya, tergantung banyaknya santri di TPQ tersebut.

Zaini menyebut, tiga kecamatan yang melaksanakan munaqosah secara penuh adalah Kecamatan Moro, Kecamatan Tebing dan Kecamatan Karimun. Sementara, kecamatan yang melaksanakan munaqosah selama dua hari adalah Meral dan kecamatan lain di luar Pulau Karimun ada yang hanya melaksanakan selama satu hari.

“Tahun ini kita juga melakukan pembaharuan sistem atau penambahan pada materi pelaksanaan munaqosah. Biasanya, hanya empat materi yakni Alquran dan tajwid kemudian praktek shalat, hafalan doa sehari-hari, hafalan surat-surat pendek dan ayat-ayat pilihan. Tahun ini ditambah dengan pengetahuan agama yang meliputi ilmu fiqih, tauhid, sjarah Islam dan tajwid,” terang Zaini.

Dikatakan, pihaknya berharap kegiatan munaqosah santri di Kabupaten Karimun dari tahun ke tahun akan selalu meningkat secara kualitas. Harapan itu makin diperkuat dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Karimun dan Kementerian Agama Kabupaten Karimun. Dua institusi itu
menekankan, agar ijazah TPQ bisa menjadi pendamping syarat masuk ke jenjang SMP ataupun MTS.

“Kita memang menargetkan, semua ustadz dan ustadzah wajib memberikan pendidikan di TPQ sesuai dengan kurikulum yang ada. Jadi, dengan adanya munaqosah ini kita bisa melihat output dan mudah-mudahan semua santri kita bisa menguasai serta lulus dan bisa memenuhi
kompetensi berdasarkan kurikulum,” terangnya.

Dijelaskan, kurikulum disusun mengacu pada payung hukum Kementerian Agama RI dan dipadukan dengan kurikulum dulu yang pernah dipelajari. Kemudian, disederhanakan untuk dijadikan acuan dan juga disampaikan ke Kemeterian Agama Kepri bahkan hingga ke pusat.
Secara keorganisasian, proses pembelajaran di Karimun terbilang rapi karena semua dilengkapi buku panduan. (ham)