Semua Puskesmas Ditargetkan Bisa Menampung Rawat Inap

BATAM (HK) - Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Kesehatan menargetkan seluruh puskesmas Kota Batam bisa menampung rawat inap pada tahun 2021 mendatang.

“Di RPJMD kita pada tahun 2021 seluruh puskesmas sudah bisa rawat inap,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi kepada Haluan Kepri disela-sela RDP Dinkes Kota Batam bersama komisi IV DPRD Kota Batam, Selasa (5/11/2019).

Dikatakan Didi, bawa tujuan seluruh Puskesmas itu bisa menampung rawat inap ialah untuk meningkatkan pelayanan dan memudahkan masyarakat dalam berobat, serta juga mengurangi beban RSUD.

Jadi jika ada masyarakat yang sakit dan sakitnya itu tidak harus ditangani oleh dokter spesialis maka tidak perlu lagi ke rumah sakit, sebab sudah bisa ditangani oleh puskesmas terdekat.

“Selama ini di puskesmas hanya bisa rawat bagi yang ingin melakukan persalinan saja, makanya pada tahun 2021 kita targetkan semua puskesmas sudah bisa rawat inap, yaitu masa akhir jabatan bapak Rudi,” ucap Didi.

Menurutnya, tenaga medis dalam rawat inap dan para dokternya di puskesmas itu nanti akan memperdayakan SDM yang ada saat ini dan belum ada dilakukan untuk penambahannya.

“Penambahan PNS itu hanya bisa dilakukan oleh Pemko Batam melalui tes CPNS. Kita sudah buat analisa kebutuhan dan masih kekurangan SDM, rata-rata kebutuhan di masing-masing puskesmas 10 orang PNS. Untuk tes CPNS nanti kita hanya diberikan jatah 45 orang saja,” tutur Didi.

Ditambahkannya, bahwa Rencana pembangunan Puskesmas di daerah Tambesi tidak jadi dibangun pada tahun 2020, karena tidak lolos dalam tahap pengajuan yang dilakukan, akan tetapi pada tahun 2020 nanti akan dilakukan revitalisasi dua buah puskesmas, yaitu puskesmas Tanjung Sengkuang dan Puskesmas Baloi Permai.

“Puskesmas Baloi Permai bakal dipindahkan dibelakang kantor Lurah, sedangkan Puskesmas Tanjung Sengkuang akan renovasi yakni akan dibangun dua tingkat,” pungkasnya.

Sementara itu pimpinan rapat yang juga sekaligus ketua komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program dan rencana yang telah dibuat oleh Dinkes Kota Batam itu, anggaran untuk obat pada tahun 2020 mendatang yaitu Rp9,9 miliar.

“Dalam penyampaian kadinkes tadi bahwa anggran untuk obat itu baru 5,5 miliar tapi kita bakal mengajukannya kebangar 4,4 miliar lagi, yang mana bakal dibuat dalam berita acara dan ditanda tangani oleh Dinkes dan Komisi IV DPRD Batam,” ucap Ides.

Menurut Ides, terkait adanya keluhan fasilitas dan dari beberapa puskesamas seperti minimnya anggaran biaya BBM untuk mobil Ambulance maka juga akan diajukan untuk penambahannya.

“Selama ini sebagian puskesamas anggaran untuk BBM ambulancenya cuma 8 sampai 10 liter perhari, maka untuk kedepannya juga bakal diajukan anggran penambahannya, yiatu 15 hingga 20 liter perhari, sesuai yang dibutuhkan,” tuturnya. (dam)