Penumpang Diminta Gunakan Life Jacket

Suasana di Pelra Sagulung, Selasa (12/11/2019). (dedi/haluankepri.com)

Sagulung (HK) - Penumpang angkutan perairan diminta untuk selalu menggukan life jacket. Hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat kondisi perairan dan cuaca seperti sekarang.

“Kita tidak tahu kapan insiden itu terjadi, untuk itu penumpang harus selalu mengenakan life jacket,” ucap Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, ketika mengunjungi pelabuhan rakyat (Pelra) Sagulung, Selasa (12/11) pagi.

Kapolsek menegaskan agar tidak melakukan perjalanan sebelum penumpang mengenakan life jacket. Sebab keselamatan penumpang paling utama.

“Jangan karena penumpang tahu berenang, sehingga tak mau mengenakan life jacket, itu keliru,” terangnya lagi.

Riyanto juga menjelaskan, keselamatan penumpang menjadi tanggung jawab penuh penambang boat. Bahkan life jacket ini harus selalu standby di dalam boat pancung.

Sementara, Emi (57), salah satu penambang boat pancung di Pelabuhan Rakyat Sagulung juga mengakui masih banyak penumpang yang enggan mengunakan life jacket. Alasannya, karena jarak tempuh dekat.

“Contohnya saja, dari pelabuhan menuju ke Pulau Buluh hanya butuh sekitar 10 menit saja. Jadi penumpang enggan pakai life jacket karena tak mau repot-repot,” jelas Emi.

Dia mengatakan, kalau tak menggunakan lifa jacket, memang sebuah kesalahan.

“Kalau penumpangnya tak mau pakai life jacket, maka kami pun tidak memaksakannya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dari pelabuhan itu menuju misalnya ke P. Tanjung Planduk, P. Pecung, P. Jeri, P. Jalo, P. Selat Nene dan beberapa pulau lainnya. Jika jarak tempuhnya mencapai 1 jam, maka penumpang di wajibkan pakai life jacket

“Maka dari itu, life jaket harus dikenakan. Jika tak mau pakai life jacket, maka kami tak bakalan mau jalan,” tegasnya. (ded)