RSBP Batam akan Kerjasama dengan Rumah Sakit Taiwan
Direktur RSBP Batam, Sigit Riyarto dan pengurus IBA foto bersama dengan rombongan Healthy Asia. (damri/haluankepri.com)
Batam (HK) - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam bakal melakukan kerjasama pendidikan perawat dengan Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan.
Direktur RSBP Batam, Sigit Riyarto, kepada awak media, Senin (11/11/2019) di club house IBA Villa Panbil Batam.
Dikatakan Sigit, kerjasama itu berawal dari International Business Association (IBA). Dikatakannya, beberapa bulan lalu, IBA membawa investor asal Taiwan, Healthy Asia ke RSBP ke RSBP Batam untuk menawarkan kerjasama-kerjasama antara RSBP Batam dengan Healthy Asia itu.
Dalam pertemuan pertama itu pihak Healthy Asia Taiwan itu menilai potensi RSBP untuk dikembangkan dan menjadi rumah sakit internasional.
“Kami sudah sepakat bahwa pada 2020 mendatang akan dilakukan pertukaran perawat. Hal itu dalam rangka mempersiapkan RSBP Batam menjadi rumah sakit bertaraf internasional,” ujar Sigit.
Menurutnya, untuk menuju RSBP bisa bertaraf internasional itu sangat membutuhkan kerjasama dari rumah sakit negara-negara maju, seperti hanya Taiwan, karena Taiwan sudah memiliki alat medis yang sangat canggih dan SDM yang ahli.
RSBP, lanjutnya, membutuhkan ilmu dan training dari Taiwan, salah satunya ilmu tentang operasi dengan robot, karena operasi itu sangat jarang adanya di rumah sakit, bahkan di Amerika saja tidak semua rumah sakit memilikinya.
“Keuntungan terbesar yang bakal didapatkan oleh RSBP Batam nantinya adalah tekonologi pelatihan dan pendidikan karena rumah sakit Taiwan itu bukan hanya sekedar rumah sakit saja, tapi juga rumah sakit untuk pendidikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua IBA Indonesia, Shan Shan mengatakan, IBA merupakan perwakilan dari Indonesia yang membawa para pengusaha dari berbagai sektor bidang usaha.
“Semoga kerjasama ini berjalan dengan lancar karena meningkatkan sistem kesehatan merupakan bagian dari misi IBA. Untuk kedepannya akan membawa lebih banyak lagi kolaborasi dari negara lain ke Indonesia,” harapnya. (dam)
