Menteri KP Minta Ini Terhadap Lobster Selundupan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bersama Pokdakan Batam, usai memanen ikan Bawal Bintang di KJA BPBL Batam, Setokok, Rabu (13/11) siang. (noviwandra/haluankepri.com)
Batam (HK) - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Indonesia, Edhy Prabowo, menilai, lobster selundupan yang ditangkap, lebih baik dihibahkan pada kelompok budidaya ikan (Pokdakan) agar bisa dikembangkan dan menghasilkan nilai ekonomi daripada dilepas ke alam bebas.
“Sayang dan mubazir,” ungkap Edhy Prabowo, Rabu (13/11/2019) siang, di Kantor Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL), Batam, di Setokok.
“Berdasarkan penelitian serta kajian para ahli perikanan, bibit bibit lopster yang masih kecil, bila dilepaskan ke alam liar tak bisa bertahan hidup dari predator. Sehingga, dari sekian ribu yang dilepaskan kembali hanya bisa bertahan hidup hanya satu persen saja,” ungkapnya.
Untuk itu, Menteri Edhy berjanji akan mengubah aturan dan kebijakan itu.
“Lebih baik kita hibahkan dan dibudidayakan oleh masyarakat nelayan atau Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan). Yang bisa diselamatkan hingga 70 persen lebih,” paparnya.
Namun, Dia juga mengatakan pihaknya mengapresiasi aparat yang telah menggagalkan penyelundupan lobster ke negeri.
Dalam kunjungan kerja MKP RI tersebut, turut dihadiri Dirjen Kementerian Perikanan, Wakil Gubernur Riau, Bupati Lingga, Bupati Meranti, Wakil Bupati Karimun, Wakil Walikota Batam, dan lainnya. (vnr)
