Alvin Joshua Arung Tenggelam di Tanjung Pinggir
TUBUH Joshua digotong tim SAR, tim Satpolairud setelah ditemukan dalam kondisi lemas akibat tenggelam di Pantai Tanjung Pinggir, Senin sore (19/11).Foto:Putra/Haluan Kepri
BATAM(HK)-Berenang di pantai Tanjung Pinggir, seorang pria Alvin Joshua Arung, (20 tahun) tenggelam ditengarai akibat tak pandai berenang. Sempat mendapat pertolongan pertama, Joshua dinyatakan tewas ketika sampai di RSOB, Sekupang, Senin (19/11)
Pantauan di lapangan, proses pencarian Alvin Joshua dilakukan tim sar bersama Satpolairud Polda Kepri. Sejumlah kawan kawan Joshua juga turut mencari Joshua. Lebih kurang 20 menit, akhirnya Joshua ditemukan dalam kondisi lemah dan digendong bersama tim sar dan tim Polairud Polda Kepri.
Bahkan pihak keluarga Joshua, yang turut menunggu hasil pencarian, histeris ketika Joshua dijumpai dalam kondisi lemas.
Kanit Intel Dirpolairud Polda Kepri Iptu Bazaru Gea, mengatakan mendapat informasi dari pihak kawan kawan korban, tim SAR bersama tim Polairud Polda Kepri langsung bergerak cepat ke TKP dan melakukan pencarian. Hingga korban di temukan dalam keadaan sudah lemas.
“Bahwasanya korban, berenang di sebelah kiri pantai. Mungkin keram atau apa, korban tenggelam,”ujarnya kepada sejumlah awak media.
Dikatakan, teman korban yang berada di lokasi, sebelumnya melaporkan ke kantor Satpolairud untuk membantu pencarian.
Maka bergerak cepat, kata Iptu Bazaru Gea, bersama speed RIB, serta penjaga pantai di sini melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan.Setelah dilakukan beberapa pertolongan, baik dengan nafas buatan, serta memompa dada, koran dilarikan ke RSOB Sekupang.
“Dilakukan pertolongan,ternyata udah lemas. Kemudian di bawa ke RSOB. Sesampai di RSOB, dinyatakan meninggal,”ujarnya.
Tenggelamnya Alvin Joshua, Iptu Gea mengatakan selanjutnya sudah disampaikan dan dikoordinasikan ke Polsek Sekupang untuk tindak selanjutnya.
Sebagaimana peristiwa tersebut di pantai Tanjung Pinggir, yang sering dikunjungi warga, Kanit Intel Satpolairud Iptu Bazaru Gea menghimbau pengelola agar membuatkan rambu batas-batas yang boleh direnangi supaya tidak terjadi korban.
“Kita himbau baik pengunjung maupun pengelola agar utamakan keselamatan. Ini musim utara, gelombang sedikit kuat,” ujarnya.(put)
