
KARIMUN (HK)-Puluhan nelayan Tebing akhirnya berhasil memindahkan tiga unit Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah yakni KIP Chun Sin, KIP Ina I dan KIP Citra Andalan I ke perairan Tanjung Sebatak, Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Kamis (5/12/2019) sekitar pukul 1720 WIB. Ketiga kapal sebelumnya mangkal di perairan Desa Pongkar.
Untuk memaksa ketiga kapal itu pindah, bukanlah perkara mudah. Nelayan harus sampai bersitegang dengan perwakilan PT Timah Tbk di atas kapal tersebut. Nelayan mulai turun ke laut sekitar pukul 13.30 WIB dan menjelang maghrib baru usaha nelayan untuk memindahkan kapal dari wilayah tangkap nelayan berhasil dilakukan.
“Kami sampai harus membentak-bentak dulu. Mereka (perwakilan PT Timah) tetap bersikeras tak mau pindah). Tapi kami tetap memaksa mereka untuk pindah. Akhirnya setelah bersitegang hampir 5 jam, kapal itu berhail dipindahkan ke perairan Tanjung Sebatak dekat Coastal Area,” ungkap Ketua Kelompok Nelayan Tebing, A Rahim.
Kata Rahim, pemindahan ketiga KIP milik mitra PT Timah tersebut mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Kompol Mukharom. Bahkan, ketika kapal tersebut sudah berada di Tanjung Sebatak, anggota polisi tetap berjaga-jaga di sekitar kapal untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Setelah kapal berada di Tanjung Sebatak, datang perwakilan PT Timah menemui nelayan di perairan Leho. Mereka mengajak berunding sambil makan-makan. Ajakan mereka kami tolak mentah-mentah. Karena tak ada respon, mereka mengancam akan kembali membawa tiga kapal itu ke perairan Desa Pongkar,” jelasnya.
Rahim menyebut, nelayan tradisional Kecamatan Tebing tetap pada pendirian untuk menolak ekploitasi tambang bijih timah di Izin Usaha Pertambangan (IUP) DU 747D. Sebab, lokasi tersebut merupakan kawasan tangkap nelayan tradisional Kecamatan Tebing seperti dari Teluk Uma, Pamak dan Desa Pongkar.
Sekretaris Komisi III DPRD Karimun, Abdul Manaf sebelumnya berupaya melakukan mediasi nelayan dengan PT Timah. Namun, upaya mediasi DPRD Karimun untuk memindahkan tiga unit Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah tak membuahkan hasil. Puluhan nelayan Tebing akhirnya menaiki KIP Chun Sin dan KIP Andalan I milik mitra PT Timah, Kamis (5/12/2019) sekitar pukul 13.30 WIB.
“Tadi nelayan Tebing sempat naik ke kapal dan ribut diatas salah satu kapal isap. Kalau tak salah KIP Chun Sin. Nelayan tersebut turun ke laut menggunakan 8 unit boat pancung dengan jumlah puluhan orang. Mereka ditemui empat orang perwakilan dari PT Timah. Saya juga ikut turun ke kapal,” terangnya. (ham)










