KARIMUN (HK)-Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Lanal Tanjungbalai Karimun menggagalkan upaya penyelundupan 52.579 benih lobster dari Jambi tujuan Singapura di Selat Poyong, perairan Moro, Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 12.10 WIB. Benih lobster tersebut diprediksi bernilai Rp8,28 miliar.
Benih lobster tersebut disimpan di dalam 13 kotak sterofome yang diangkut menggunakan satu unit speed boat dengan mesin Yamaha 40 PK, dengan dua orang awak Jamani dan Mustakim. Dari Jambi menuju Singapura, mereka melintasi perairan dalam, agar aksi mereka tak terpantau dari pengawasan pihak keamanan.
Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Mandri Kartono dalam konferensi pers di Makolanal beberapa jam usai penangkapan mengatakan, terbongkarnya upaya penyelundupan benih lobster tersebut karena adanya informasi dari intelijen. Begitu mendeteksi keberedaan speed boat tersebut, petugas kemudian melakukan pengejaran.
“Kami menerima informasi dari intelijen adanya upaya penyelundupan baby lobster dari Jambi ke Singapura. Begitu menerima informasi itu, Tim F1QR Lanal Tanjungbalai Karimun melihat adanya speed boat yang dinilai mencurigakan melintas dengan kecepatan penuh dari arah Desa Sanglar menuju Moro. Kemudian, petugas kami melakukan pengejara,” ungkap Danlanal.
Kata Danlanal, hanya berselang sekitar 15 menit, speed boat tersebut berhasil diamankan oleh tim patroli Lanal Tanjungbalai Karimun. Tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap awak speed boat dan muatannya. Kedua awak kapal berusaha mengelebui petugas dengan cara menutup muatan kapal.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 13 kotak sterofome berisikan baby lobster sebanyak 52.579 ekor. Dengan perincian baby lobster jenis mutiara 7.940 ekor dan baby lobster jenis Pasir 44.639 ekor. Untuk jenis mutiara seharga Rp200 ribu per ekor sementara jenis pasir Rp150 ribu per ekor, dengan kerugian negara mencapai Rp8.283.850.000,” terang Danlanal.
Danlanal menyebut, speed boat dan muatan beserta 2 orang pelaku dibawa ke Mako Lanal Tanjungbalai Karimun untuk penyidikan. Untuk benih lobster tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Stasiun Karantina Karimun. Benih lobster tersebut kemudian dilepaskan saat itu juga ke perairan Karimun Anak.
Dalam kesempatan itu, Danlanal mengingatkan kepada para penyelundup kalau petugas Lanal Tanjungbalai Karimun akan terus mengejar kemanapun kaburnya para pelaku tindak kejahatan di laut. Dengan tegas Danlanal megatakan, “Kamu bisa lari kemanapun tapi kamu takkan bisa bersembunyi dimanapun,” pungkasnya. (ham)











