KARIMUN (HK)-Belasan guru asal Malaysia yang tergabung dalam backpacker mengunjungi sejumlah objek wisata sejarah Melayu di Kepulauan Riau, termasuk di Karimun. Di negeri berjuluk “Bumi Berazam” ini, para guru dari bebagai jenjang pendidikan asal negeri jiran ini mengunjungi sejumlah objek wisata sejarah, akhir pekan ini.
Perjalanan wisata sejarah ini diawali ke Masjid Al Mubarak yang merupakan masjid tertua di Pulau Karimun Besar. Perjalanan dilanjutkan ke jejak Tapak Kaki Badang Perkasa dan Situs Batu Bersurat yang berada di kawasan tambang PT Karimun Granit di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat.
Dari Pulau Karimun, rombongan yang mengaku rutin melaksanakan lawatan ke berbagai wisata sejarah di tanah ini melanjutkan perjalanan ke Pulau Buru. Di Pulau Buru, para guru asal Malaysia ini mengunjungi Makam Badang Perkasa, Makam Moyang Seroga dan Perigi Fatimah yang berada tak jauh dari Masjid Abdul Gani yang merupakan masjid tertua di Kabupaten Karimun.
Setelah puas mengelilingi Pulau Buru, rombongan ini bertolak ke Pulau Kundur dan Pulau Ungar. Di Pulau Ungar, wisatawan ini ingin melihat langsung pemandangan Pantai Limau dan objek wisata Batu Kemaluan. Pulau Ungar berada di depan Pulau Kundur dengan jarak tempuh sekitar 10 menit perjalanan laut menggunakan pancung.
Ketua Rombongan Backpacker asal Malaysia, Cikgu Ibrahim mengatakan, selama ini pihaknya hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut terkait situs sejarah Melayu yang terdapat di Kepri, khususnya di Kabupaten Karimun. Untuk membuktikan cerita itu, maka pihaknya sengaja membawa rombongan langsung ke Karimun.
“Situs sejarah ini, suatu hal yang perlu didedahkan atau dihebohkan. Maksud saye, itu perlu berkongsi dari segi sastra, tokoh maupun tempat ibadah. Disane (Malaysia) mase kecil, saye selalu mendengar cerite tentang si Badang, wah ade makamnya disini dan itu kami telusuri. Kite tahu die itu pahlawan, orang kuat Melayu. Ini suatu perkare yang bukan kite anggap mitos,” ungkap Cikgu Ibrahim.
Dikatakan, dari Kabupaten Karimun rombongan bergerak ke Pulau Penyengat yang merupakan objek wisata religi tempat dibangunnya masjid tertua dan wisata sejarah tempat makamnya raja-raja Melayu Riau Lingga. Dari Pulau Penyengat, rombongan terus bergerak di Lingga yang dikenal dengan “Bunda Tanah Melayu”.
Ibrahim menyebut, hasil kunjungannya ke Karimun maupun Kepri akan menjadi bahan kajian dan studi banding yang akan disampaikan kepada seluruh anak didik maupun masyarakat umum di Malaysia. Menurut dia, Karimun maupun Kepri pada umumnya memiliki persaudaraan yang kuat dengan masyarakat Malaysia. (ham)











