BATAM (HK) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan mengakui sejauh ini literasi di kalangam siswa masih kurang. Menurutnya, wajar saja bila skor Indonesia pada Programme for International Student Assessment (PISA) literasi pelajar masih di bawah rata-rata.
“Memang benar literasi pelajar kita ini masih kurang. Maka dari itu kita coba menggenjot lagi program gerakan literasi sekolah (GLS) ini,” ujar Hendri Arulan saat peresmian Lab Komputer SDIT Al Muhajirin Batam, Minggu (08/12/2019).
Padahal, kata dia, sejauh ini Disdik Kota Batam terus menggesa program GSL ini dengan menggejot siswa dan guru untuk terus meningkatkan minat baca. Dengan harapan budaya membaca dan menulis bisa tumbuh pada siswa dan guru, dan nantinya akan menghasilkan generasi berkualitas di masa depan.
Namun untuk mensukseskan GLS ini, lanjut Hendri, dibutuhkan peran aktif kepala sekolah dan guru dalam mendorong siswa untuk berliterasi.
“Ya tentunya GLS ini harus dimulai dari kepala sekolah dan guru, dan harus aktif memotivasi siswa dalam hal memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai wahana literasi. Dan guru harus bisa memberikan contoh bagi anak didiknya dalam membudayakan literasi, karena tugas seorang guru itu tidak hanya sekadar mengajar, tapi juga menanamkan budaya literasi pada anak didiknya,’’ jelasnya.
Diakuinya bahwa program literasi sejauh ini telah diterapkan di tiap sekolah dengan cara melakukan pembiasaan membaca bersama setiap hari minimal 15 menit sebelum dimulainya pelajaran. Namun akan sulit terwujud tanpa ada kesadaran dari seorang guru itu sendiri dalam keteladanan memberikan contoh gemar membaca kepada anak didiknya.
Selain mengesa program GLS, Hendri juga akan menggesa peningkatan sumber daya (SDM) guru dengan pelatihan baik yang telah programkan oleh pihak Kemendikbud maupun yang telah dianggarkan dalam APBD Kota Batam.
“Pelatihan peningkatan SDM guru ini kita mulai tahun 2020 mendatang baik melalui anggaran APBD maupun lewat MKKS SMP dan K3S SD,” katanya. (men)











