by

Masalah Banjir Jadi Perhatian Khusus Asnawati Atik

Batam (HK) - Permasalahan banjir dan ketersedian gas elpiji 3 Kg menjadi perhatian khusus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Asnawati Atiq. Hal itu dikatakannya saat reses Masa Persidangan 1 Tahun 2019 Kota Batam Dapil II Bengkong - Batu Ampar.

Dikatakannya, hampir semua masyarakat Batam khususnya yang ada di Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Melchem, GMP dan beberapa daerah lainya di Kecamatan Batuampar, masalah banjir tersebut belum terselesaikan hingga kini.

“Seperti di majelis taklim ibu - ibu di Batu Ampar, semuanya meminta masalah banjir yang ada di Kanal Melchem, telah menjadi sumber banjir tiap tahunnya saat hujan turun lebat untuk segera diperbaiki,” ucap Atiq pada akhir pekan lalu.

Dikatakan Atiq bahwa air banjir yang disebabkan hujan lebat yang terjadi itu, telah meluber di beberapa RW seperti di RW 6,7,18,19 dan 9, dan permintaan warga ini adalah yang sangat urgent untuk segera diwujudkan kedepannya.

Persoalan itu, lanjut dia, harus diwujudkan oleh Pemko Batam terkait perbaikan Kanal Melcem, agar kalau hujan turun, tak membanjiri hampir semua RW di sana.

Sebab perbaikan kanal di Melcem, itu menyangkut hajat hidup orang banyak, dampaknya ke banyak orang atau masyarakat dan jika sudah terjadi banjir sulit untuk mengatasinya.

“Kalau memang tidak ada dana untuk perbaikan kanal dari Pemko Batam, kami akan coba minta bantuan ke provinsi. Kalau memang provinsi tidak bisa karena itu kanal membutuhkan biaya besar, kami akan coba minta bantuan ke DPR RI, Karena dari reses yang kami jalani, mayoritas masyarakat mengeluhkan penangangan banjir,” ungkapnya.

Selain itu, ketersediaan elpiji 3 kg juga menjadi perhatian serius. Dia mengatakan, gas elpiji 3 kg saat ini masih sulit diperoleh masyarakat, dan menjadi keluhan yang disampaikan saat reses yang dilaksanakan selama enam hari tersebut.

“Elpiji 3 kg itu sudah menjadi kebutuhan mendasar. Masyarakat sangat berharap banyak agar masalah tersebut dapat diatasi dan terealisasi dengan baik, dan juga menyangkut kampung tua, minta KSB dilegalkan,” bebernya. (dam)

News Feed