Tanjungpinang (HK) - Program seragam gratis untuk siswa siswi baru tahun ajaran 2019-2020 tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dibagikan pada 2020. Pembagian seragam gratis ini molor dari yang direncanakan tahun 2019, dan diserahkan pada mulai masuk sekolah pasca libur semester satu, tahun depan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Atmadinata menyampaikan seragam dan perlengkapan sekolah gratis ini akan diberikan kepada seluruh siswa Kelas 1, sebanyak 6.682 siswa baik itu SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Tanjungpinang.
“Pihak sekolah menyerahkan kepada siswa pada tanggal 2 Januari 2020, hari pertama masuk sekolah usai libur,” ungkap Atmadinata usai acara simbolis penyerahan seragam sekolah dan perlengkapan sekolah oleh Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, di Aula SMPN 4 Tanjungpinang, Senin (16/12/2019).
Dijelaskan Atmadinata, seragam yang dibagikan ke siswa mendapatkan lima jenis. Seragam putih merah untuk SD dan putih abu-abu untuk SMP, kemudian seragam batik, kurung melayu, pramuka dan seragam olahraga. Selain itu juga mendapatkan peralatan sekolah, seperti tas ransel, sepatu beserta kaos kaki, buku tulis.
“Keterlambatan ini dikarenakan masih ada beberapa penjahit, yang masih menyelesaikan menjahit seragam sekolah hingga 19 Desember ini,” pungkasnya.
Usai penyerahan secara simbolis, Walikota Tanjungpinang Syahrul mengucapkan syukur Alhamdulillah dengan dapat direalisasikannya janji Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terhadap masyarakat, khususnya anak didik.
“Yang perlu diketahui bahwa janji adalah utang yang harus ditunaikan, cuma waktu pelaksanaannya itu harus melalui proses yang panjang karena kita perdana melaksanakannya. Harus Menyiapkan perwako, dan uji labor, serta sebagainya,” ujar Syahrul.
Dengan ini Syahrul minta maaf atas keterlambatan penyerahan seragam gratis tersebut. Syahrul juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, yang sabar menunggu. Syahrul berkilah, bahwa keterlambatan ini bukan disengaja melainkan karena harus melalui proses yang panjang.
Kedepan lanjut Syahrul, tentu untuk tahun 2020 pihaknya akan bercermin dari proses yang sekarang dan menjadi pelajaran sehingga keterlambatan ini tidak terulang kembali. Paling tidak, kata Syahrul pihaknya sudah harus menyiapkan 85 persen dari jumlah siswa SD dan SMP yang sekarang, dengan begitu sudah bisa menentukan penjahitnya.
“Karena penjahit yang kita tunjukkan sekarang sebanyak 43 penjahit yang tepat waktu sesuai kontrak, kedepan kita lanjutkan. Sedangkan untuk yang terlambat kita ganti dengan penjahit lainnya,” ujar Syahrul mengakhiri.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, mengapriasiasi program pemberian seragam dan perlengkapan sekolah untuk anak anak peserta didik baru tetapi program tersebut harus di perhitungkan dengan matang dan di rencanakan dengan lebih baik lagi.
“Tentunya harus dievaluasi, agar keluhan oleh mayoritas para orang tua murid saat ini, yang menunggu terlalu lama dan akhirnya mayoritas para orang tua siswa baru sudah membelinya dahulu tidak terulang lagi. Sehingga program yang baik untuk masyarskat tercapai dan niat serta tujuan program tersebut menjadi bermanfaat, efisien, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (rco)











