Natuna (HK) - Sungai Air Kolek yang melintasi Ibu Kota Kabupaten Natuna, Ranai disebut rawan banjir. Kerawanannya terhadap banjir ini disebabkan oleh beberapa faktor.
RW 01 Kelurahan Ranai, Zainudin mengatakan, sungai yang melintasi dua keluarahan itu yakni Kelurahan Ranai Darat dan Kelurahan Ranai itu merupakan salah satu sungai terbear di Pualu Bunguran.
Sungai tersebut mengalir langsung dari gunung melintasi Ranai menuju lautan melalui tengah-tengah Ranai. Bagian hilir sungai ini juga sebagai jalur tradisional nelayan pergi melaut.
“Cuma sungai ini rawan banjir, bahkan dari dulu sudah belangganan setiap tahun,” kata Zai di Ranai, kemarin.
Menurutnya keadaan ini kerap terjadi karena sedikitinya disebabkan oleh dua faktor yakni, aliran sungai yang sempit dan keadaan sungai yang kurang bersih, di mana sampah banyak menutupi ruang aliran air.
“Maka setiap kali musim hujan pasti ada banjir dengan skala yang beranekaragam (kecil, sedang dan besar). Sering juga banjirnya sampai naik ke pemukiman penduduk,” paparnya.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah karena jika sungai ini meluap, dampaknga bukan hanya membahayakan pendukduk tapi beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Dewi Sartika juga akan ikut terganggu.
“Kami berharap ada uapaya pembersihan dari pemerintah agar airnya tidak sampai melimpah ke pemukiman dan jalan-jalan yang dilintasi kalau terjadi banjir,” pungkasnya. (fat)







