BATAM (HK) - 3 hari belakangan ini langit Batam disantroni oleh 3 unit jet tempur berjenis Hawk 100-200, yang meraung raung di ketinggian jelajah 12 ribu kaki dari permukaan laut dengan kecepatan soniknya.
Pemandangan itu menjadi sebuah perhatian bagi masyarakat Batam, khususnya bagi pelajar SD hingga mereka berteriak kegirangan. Bahkan ada diantara mereka berteriak, “Pesawat Tempur…., kami mau ikut dong…,” teriak Andi, Rahmat dan Yanto, murid kelas IV, SDN 05 Seipanas, Rabu (18/12) pagi, di depan kelas.
Sementara itu, puluhan murid yang lainya tampak melakukan hal yang sama, sambil lompatan kegirangan merekapun bersorak ketika pesawat tempur Angkatan Udara RI tersebut melintas dengan cepat.
Dari Landasan Udara (Lanud) Hang Nadim, Komandan Lanud, Letkol Pnb TNI AU, Urip Widodo mengungkapkan, kehadiran pesawat tempur Jet Hawk 100-200 tersebut untuk melakukan “Operasi Udara” di Wilayah Teritorial Batam, dengan menurunkan 3 unit pesawat tempur dari area Skuadron Udara 12, Pekanbaru.
“Selama Operasi Udara, kami telah menurunkan 3 jet/pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 Pekanbaru, untuk melakukan ke wilayah perbatasan Indonesia yang bersepadanan dengan negara jiran,” ungkap Letkol Urip Widodo (18/12), siang, di Lanud Hang Nadim Batam
Operasi pengamanan alur laut ini, ucapnya, dilakukan di perbatasan Indonesia dan sudah dilaksanakan sejak tanggal 11 hingga tanggal 18 Desember 2019.
“Alur laut kita ini adalah bagian dari wilayah teritorial Negara Indonesia yang harus dijaga maksimal, untuk mengantisipasi terhadap lalu lintas udara maupun lalu lintas di laut RI oleh pihak lain,” tegas Letkol Urip.
Dengan pengawasan kata Urip,
jangan sampai ada sebuah gerakan yang melanggar batas teritorial tanpa se-izin dari pihak berwenang dan mengatur di wilayah Indonesia.
“Minimal dengan kehadiran pesawat pesawat kita, pihak pihak luar yang sebelumya mau mencoba untuk melintas di wilayah kita tanpa izin, mereka mengurungkan niatnya, untuk melakukan hal itu. Apalagi ia nekat, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya.
Lebih jauh, Danlanud menerangkan, bahwa kegiatan tersebu merupakan patrolirutin yang terus digelar untuk menjaga kedaulatan RI, dari potensi yangakan menimbulkan bahaya dan merusak kedaulatan negara.
“Tahun depan kami akan gencarkan lagi, dan kalau bisa kita lebih sering dalam melakukan patroli di wilayah Batam. Lantaran Batam merupakan suatu wilayah yang sangat strategis serta berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga,” paparnya.
Artinya apa, sebut Urip Widodo, dari sitiap wilayah maupun tempat yang bebatasan langsung dengan negara tetangga itu rawan terjadi kejahatan dan sebagainya.
“Dan kami siap, dalam mengawasi serta menindak, setiap upaya pihak yang tak bertanggungjawab masuk wilayah RI, tanpa izin. Maka, jangan ada yang coba coba,” pungkasnya.(vnr)










