by

Orangtua Siswa SMPN 4 Batam Dukung Kelancaran UNBK

BATAM (HK) - Meski terjadi gunjang-ganjing terakit berita penghapusan Ujian Nasional (UN), namun orangtua murid SMPN 4 Batam tetap semangat menyukseskan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT). Hal ini terlihat saat Komite dan Kepala Sekolah SMPN 4 Batam, Dra Desmizar, menggelar rapat bersama orangtua murid membahas pelaksanaan UNBK yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

Rapat pembahas persiapan UNBK ini, menyangkut ketersediaan peralatan komputer yang masih kurang dimiliki sekolah, dan persiapan anak didik menghadapi UN. Pada waktu itu orang tua bersepakatan meminta agar penambahan belajar selama 2 jam itu diadakan yang direncanakan dimulai awal Januari 2020 mendatang, yakni mulai hari Senin hingga Kamis selama kurung waktu 3,5 bulan.

“Iya tadi kita habis rapat dengan Komite Sekolah dan orangtua murid. Karena sekolah sejauh ini masih kekurangan komputer untuk menambah satu ruangan lagi dari lima ruangan tersedia menjadi 6 ruangan ujian. Karena jumlah peserta UNBK di sekolah kami tahun ini meningkat. Pada tahun lalu UNBK itu cukup dengan 5 ruangan, namun tahun ini harus menambah 1 ruangan UNBK lagi,” ujar Desmizar usai rapat bersama Komite Sekolah dan orangtua murid, Kamis (19/12).

Menurut Desmizar, tahun ini jumlah peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 381 siswa yang nanti akan terbagi dalam 6 ruangan ujian dengan diisi 34 siswaan mengunakan sekitar 204 komputer memakai pola dua sesi. Namun sejuah ini kata Desmizar, sekolah hanya memiliki 170 unit komputer masih kurang sekitar 34 unit komputer lagi.

“Kekurangan komputer untuk penambahan 1 ruangan ujian itu sekitar 34 unit, karena kita hanya miliki 170 unit komputer. Makanya kita mengadakan rapat untuk rembukan bersama orang tua,” katanya.

Desmizar mengaku cukup lega setelah mengadakan rapat bersama komite dan orangtua. Dimana pihak orangtua bersedia membantu menyediakan kekurangan komputer tersebut. Begitu pula dengan penambahan jam belajar siswa dalam persiapan menghadapi UN saat dilontarkan kepada orangtua oleh pihak Komite Sekolah mau diadakan atau tidaknya, malah para orang tua semuanya meminta diadakan.

“Mereka minta diadakan penambahan belajar selama 2 jam itu. Soal besarannya itu orangtua dan komite sekolah yang menyepakati, kita dari pihak sekolah hanya menyampaikan program persiapan UNBK saja,” jelas Desmizar lagi.

Sementara Ketua Komite Sekolah SMPN 4 Batam diwakili Sekretaris Komite, Arment Aditya, mengatakan bahwa penambahan jam belajar untuk persiapan UNBK kepada anak didik kelas IX ini merupakan keinginan dari pada orangtua itu sendiri. Karena kata Arment, Komite Sekolah saat rapat itu hanya memyampaikan kepada orang tua, apakah tahun ini penambahan belajar 2 jam untuk persiapan UNBK itu perlu diadakan atau tidak, dan jawabam dari orangtua meminta diakan.

“Mau diadakan atau tidaknya penambahan jam belajar itu kita kembalikan saja kepada orangtua. Karena mereka lah nantinya yang menanggung konsekwensinya bukan Komite. Karena dalam hal ini tugas Komite hanya menfasilitasi antara sekolah dengan orangtua biar tidak terjadi miss komunikasi, serta sejalan mendukung program-program yang dijalankan pihak sekolah,” ucap Arment.

Sementara terkait kekurangan komputer untuk UNBK, jelas Arment, bahwa orangtua sangat sepakat membantu sekolah untuk kelancaran UNBK dengan menyediakan 34 unit komputer dari pada bila kekurangan komputer anaknya harus ikut UNBK tiga sesi.

“UNBK dilakukan tiga sesi itu dikhawatirkan orang tua, anaknya nanti kesorean ikut ujian karena berakhir hingga pukul 16.00 WIB bila server dan internet lancar. Namun bila terjadi gangguan jaringan server dan internet, bisa-bisa anak didik selesai ujian pukul 18.00 WIB kalau gangguan UNBK itu hanya 1 jam saja.

Ditegaskan Arment, penyediaan untuk kekurang komputer ini bukan yang baru, melainkan komputer seken dengan harga sangat miring per-unit hanya Rp1,5 jutaan, namun dalam kondisi baik dengan jaminan pemeliharaan komputer hingga usai ujian. Sedangkan untuk kebutuhan server, kebetulan sekolah memiliki 1 unit cadangan.

“Kalau kita kalikan harga dengan jumlah 34 unit komputer, orang tua harus membantu sekitar Rp51 juta. Namun kalau kita bagi dengan jumlah 381 siswa peserta UNBK itu, maka jatuhnya tiap orang tua membantu itu hanya Rp133.858 saja. Itupun pembayarannya bisa dicicil selama satu bulanan,” ucapnya lagi.(men)

News Feed