KARIMUN (HK)-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun mencegah penyebaran penyakit Polio dengan mendeteksi masuknya wisatawan asal Malaysia dan Filipina di pintu masuk pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun. Pencegahan itu pasca ditemukan 1 orang bayi asal Sabah, Malaysia dan 7 warga Filipina terpapar Polio.
“Kami melakukan pengawasan ketat masuknya wisatawan manca negara khususnya asal Malaysia dan Filipina yang masuk ke Karimun. Kami sudah memasang thermal scanner di pintu masuk pelabuhan. Jika ada wisatawan yang masuk memiliki suhu tubuh yang tinggi, maka akan kita periksa secara berkelanjutan,” ungkap Kepala Kantor Kesehatan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Bachtian Agus Wijaya, Senin (23/12/2019).
Kata Agus, alat thermal scanner tersebut sudah lama dipasang di pintu masuk pelabuhan Internasional Karimun. Alat itu dulunya juga mendeteksi masuknya virus Monkeypox yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Alat thermal schanner tersebut fungsinya untuk mendeteksi suhu tubuh manusia.
Untuk mencegah penyebaran kasus Polio ke Karimun, pihaknya sengaja mengundang stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Karimun, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Pertanian Karimun, Polisi Kawasan Pelabuhan dan operator kapal untuk bersinergi melakukan pengawasan sesuai tupoksi masing-masing.
Menurut Bachtian, upaya pencegahan itu dilakukan setelah pihaknya menerima surat edaran dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Seluruh KKP harus melakukan kewaspadaan dan respon terhadap kejadian luar biasa Polio yang terjadi di Malaysia.
“Karena banyak wisatawan asal Malaysia yang bolak balik datang ke Indonesia, terlebih setelah ditemukan satu kasus seorang bayi terpapar Polio di Sabah, maka kami melakukan kewaspadaan dini. Tanpa adanya surat edaran itupun, kami akan tetap melakukan pengawasan masuknya wisatawan ke Karimun,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi menambahkan, penyakit Polio ditularkan melalui tinja yang bisa melalui perantara udara. Kasus Polio hanya ditemukan pada bayi usia 0 hingga usia 15 tahun. Jika dipresentasikan, 98 persen penderita Polio adalah bayi usia 0-15 tahun dan 2 persen bagi orang dewasa.
“Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Karimun selama ini, adalah peningkatan cakupan imunisasi Polio. Alhamdulillah, dari data kami baik secara nasional tercukupi. Baik itu Polio 1 dengan oral atau tetasan, dan Polio 2, 3, dan 4 dengan cara disuntik. Bahkan hingga November tahun ini,” ujar Rachmadi.
Kata Rachmadi, pihaknya juga melakukan pemeriksaan ketika melihat gejala seseorang yang memiliki gejala seperti Polio dan kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium yang ada di Jakarta. Gejala umumnya, adalah seseorang itu diawali dengan demam, lumpuh, layu dan mendadak. Maksudnya, dari gejala awal sampai maksimal selama 14 hari. (ham)











