by

Crane Terbalik di Seiladi, Kasatlantas : Ini Tanggungjawab Perusahaan

BATAM (HK) - Diduga akibat dari human error, sebuah crane terbalik di Jalan Gajah Mada Sei Ladi, Senin (23/12/2019) pagi, mengakibatkan kemacetan panjang, hingga penutupan jalan.

Namun, belum diketahui penyebab laka kerja serta tergulingnya alat berat tersebut, karena tidak ada dari pihak pengawas proyek bicara.

Rebahnya kendaraan berat beroda 12 tersebut sempat menghalangi para pengguna jalan dari Simpang Jam yang akan menuju ke Sekupang.
Akibatnya, masyarakat harus berputar balik ke arah Baloi lewat Kampus UIB dengan melawan arus dan kemacetan.

Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Muchlis Nadjar SIK, melalui Kanit Lakalantas Polresta Barelang, Iptu Fredyanto, menerangkan, awal nya sejumlah pengguna jalan sempat mengira crane itu terbalik akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Dan kemudian dipastikan.

“Kami pastikan, terbaliknya crane dikarenakan kecelakaan kerja (Human Error). Maka, bukan karena Lakalantas dan tidak ada korbam jiwa,” kata Iptu Fredyanto, Senin (23/12) pagi di TKP

Menurut Fredy, diperkirakan kejadian tersebut tejadi Minggu (22/12) malam, sekira pukul 22. 30 WIB. Sehingga sejak malam si pengendara tidak bisa melewati jalan dari Simpang Jam ke arah Sekupang.

“Atas laporan masyarakat, sejak malam jalan dari Simpang Jam, Hotel Vista ke Sekupang, sudah tidak bisa dilewati. Karena, ada craine yang terguling setelah Jembatan Seiladi. Dan akibatnya si pengendara balik serta melawan arus,” ujar Iptu Fredy.

Fredyando mengungkapkan, untuk melakukan pengaturan lalulintas atas kemacetan tersebut pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polresta Barelang telah turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas yang sangat terganggu.

“Atas peristiwa ini, di pihak perusahaan harus dapat bertanggungjawab. Pasalnya, itu akibat kelalaian operator craine. Sehingga alat berat yang dikendarai rebah serta terguling di jalan raya, dan mengakibatkan kemacetan,” ungkap Kanit Lakalantas.

Pantauan TKP, diketahui craine itu bertuliskan PKTP dengan memiliki roda sebanyak 12 buahmenimpa pagar yang menjadi pembatas jalan dengan Dam Sei Ladi, yang sedang dikerjakan tersebut.

“Alat berat berupa crane telah terguling ke sisi kanan jalan mengarah Sekupang, sehingganya menutupi sebahagian besar badan jalan. Maka kendaraan yang akan melintasi jalan raya tidak bisa untuk melewatinya,” pungkasnya.

Saat melakukan evakuasi, sejumlah pengawas proyek nampak sibuk, dan menyaksikan upaya yang dilakukan. Sehingganya, mereka tak mau berkomentar dari kronologis kejadian tersebut

“Craine telah kehilangan keseimbangan disaat mengangkat beton, akibatnya craine terguling,” kata salah seorang pekerja proyek, yang tidak mau disebutkan namanya. (vnr).

News Feed