by

Pesan Natal : Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang

BATAM (HK) - Pesan Natal 25 Desember 2019 dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) bagi umat beriman yakni hiduplah sebagai sahabat dengan semua orang.

Pesan natal ini dibacakan pada perayaan ekaristi kudus memperingati kelahiran Yesus Kristus di Gereja Katolik Santo Damian Bengkong, Batam, Rabu (25/12).

Pesan PGI dan KWI mengutip pembukaan Injil Yohanes bahwa Allah berkenan masuk ke dalam sejarah manusia dan menjadi bagian darinya. Firman Allah telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita (Yoh 1:14).

Kedatangan-Nya bertujuan mengubah manusia dan memberi dia hidup baru. Penjelmaan Allah menjadi manusia merupakan prinsip yang amat hakiki dalam memaknai perjumpaan manusia dengan Tuhan dalam sejarah.

Menurut Injil Yohanes, cinta Allah yang besar telah menggerakkanNya untuk memberikan diri bagi dunia (Yoh 3:16). Kedatangan Sang Firman digambarkan sebagai kedatangan Terang Sejati (1:4-5) yang datang untuk menyinari dunia dalam bayang-bayang kegelapan. Kegelapan nyata dalam berbagai wujud seperti kebencian dan kekerasan.

Masa natal yang agung harus menjadi kesempatan bagi umat Kristen merenungkan bagaimana harus menyambut serta menghayati kehadiran Tuhan yang ingin mengubah kegelapan menjadi terang, kebencian menjadi kasih dan.menerima perbedaan dengan sikap saling menghormati.

Ditilik dari segi historis, pesan cinta kasih yang ingin disampaikan oleh Injil Yohanes mengingat waktu itu komunitas kristiani berada di persimpangan jalan untuk berpisah dari Agama Yahudi. Di satu sisi para pemimpin agama mengucilkan saudara-saudara mereka yang menjadi pengikut Kristus.

Di tengah bahaya perpecahan itu, umat kristiani diingatkan pada teladan cinta kasih Yesus, yang menginspirasi mereka untuk saling melayani. Menurut Yohanes 13:16-17, Yesus yang adalah Tuhan, guru rela mencuci kaki para muridNya, sebagai lambang kerendahan hati dan pelayanannya yang tidak mengenal batas.

Injil Yohanes memotret Sang Guru Agung sebagai sosok sahabat yang menyerukan pesan cinta kasih (15:14). Ia memperlakukan mereka yang mempraktekkan cinta kasih sebagai sahabat-sahabatnya sendiri. Relasi antara guru dan murid, antara tuan dan hamba yang mengandung jarak dan kesenjangan diubah menjadi relasi timbal balik yang mengangkat harkat dan martabat manusia.

Dalam relasi semacam itu, terkuak ruang-ruang baru bagi berkembangnya nilai-nilai luhur perdamaian, kerukunan dan pengertian. Kendati Yesus berbicara kepada para muridNya dalam lingkaran terbatas pada jaman mereka namun relasi persahabatan yang diajarkan dan dihidupinya itu bisa memberi inspirasi bagi umat di jaman ini. Apa yang dilakukan Yesus mengilhami umat untuk memperkuat dan merawat persaudaraan serta persahabatan dalam kehidupan bangsa.

Diakhir pesan PGI dan KWI disampaikan bahwa merayakan natal dalam terang kehadiran ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan bagi umat beriman untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama dan lainnya. Bagi umat kristiani, panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati yang mempraktekkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, gereja dan masyarakat.

Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa umat kembali kepada sejarah bersama Bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi Indonesia yang bermartabat.

Misa natal yang dipimpin imam konselebran masing-masing Pastor Anto SSCC, Budi SSCC, Jakobus Buran SSCC dan Peter SSCC dihadiri kurang lebih 10 ribu umat di wilayah Paroki Bengkong.

Pastor Budi, SSCC sebagai Pastor Paroki di akhir perayaan natal meriah menyampaikan ucapan selamat natal kepada seluruh umat dan menyampaikan terima kasih kepada panitia perayaan, seluruh petugas liturgi dan petugas keamanan yang berpartisipasi aktif dalam rangkaian perayaan natal yang berlangsung dengan lancar, meriah dan aman.(nic)

News Feed