BATAM (HK) - Humpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar mencarikan solusi terkait maraknya anak anak yang menjadi pengemis atau minta-minta maupun jualan di sejumlah titik pada malam hari di Batam.
“Apabila HMI diperlukan untuk memberikan IDE dan gagasan, HMI Cabang Batam siap,” ujar Wasekum PTKP HMI Cabang Batam, Pawas zunajdi, Kamis (26/12/2019).
Karena menurut pihkanya, pengemis anak-anak sangat banyak dan sering ditemui di simpang simpang lampu merah yang ada di Kota Batam. Bahkan juga ada sebagian pengemis anak-anak yang membawa balita, yang ditidurkan di atas trotoar dan di gendong.
Seperti yang biasa dijumpai di sekitar simpang lampu merah di Kota Batam termasuk simpang lampu merah Putri Hijau dan Simpang Base Camp yang tidak jauh dari markas satpol PP Kota Batam.
“Kita melakukan peninjauan langsung di lapangan pada hari selasa 24 Desember 2019 di malam hari yang dikoordiniroleh Wasekum PTKP HMI Cabang Batam, Pawas Zunajdi untuk memastikan kasus tentang maraknya anak jalanan di Kota Batam,” pungkasnya.
Seketaris HMI Cabang Batam, Abe Yasin mengatakan, saat melaukan pemantauan ke sejumlah lampu merah yang ada di Batam banyak dijumpai anak-anak yang berumur sekitar 5 tahun.
“Saat kami tanya para anak-anak itu ternyata dia sudah biasa mengemis di lokasi simpang lampu merah Putri Hijau tersebut,” kata Yasin.
Menurutnya anak-anak itu perlu mendapatkan kesempatan yang seluas luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,baik fisik,mental maupun sosial.
Anak-anak itu harus diberikan pendidikan bukan dibiarkan ngemis atau jualan koran dan tisu sampai malam-malam, semua pihak harus peduli dan terutama adalah pemerintah Kota Batam melalui instansi terkait.
“Perlu diupayakan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak haknya, karena itu sudah di atur dalam UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” imbuhnya. (dam)









