by

BC Berencana Terapkan Pajak 10 Persen di Wilayah FTZ Bintan

Bintan (HK) - Kabar Bea Cukai berencana ingin menerapkan pajak sebesar 10 persen di wilayah FTZ, membuat Tim Satgas Pangan Polres Bintan mulai ketar-ketir.

Sebab, rencana pemberlakuan itu juga akan menyadar kontainer sembako yang akan dipasok ke Pulau Bintan. Sudah pasti, akan mempengaruhi stabilitas harga sembako di Pulau Bintan.

“Kebanyakan sembako kita dikirim dari Jawa masuk ke Batam pakai kontainer. Dan katanya ada wacana penerapan pajak 10 persen, kalau bisa khusus untuk sembako tidak dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha kecil mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Dian Nusa, saat konferensi pers di Mapolres Bintan, Senin (30/12) siang.

Ia berharap, wacana tersebut memberikan diskresi untuk kebutuhan sembako. Sebab, bisa menggangu pengaturan harga bila wacana pajak 10 persen itu diterapkan untuk barang sejenis sembako.

Ia juga menyinggung juga beberapa komoditi yang sempat melonjak naik harganya jelang Natal kemarin seperti Bayam sempat dihargai Rp 20 ribu, namun kini stabil di Rp 12 ribu/kg.

“Cabe merah masih Rp 53 ribu, bawang merah Rp 41 ribu sementara gula pasir dipasar tradisional Rp 14 ribu dan di swalayan Rp 12 ribu,” sebut Dian Nusa.

Tak hanya sembako, kebutuhan beras dan BBM juga dipastikan aman. Josia, Supervisor RSD Pertamina Kijang menyebutkan, ketersedian BBM jenis premium saat ini sebanyak 1.228 kilo liter (KL) dengan asumsi tahan selama 9 hari kedepan.

Sedangkan untuk jenis B20 sebanyak 2.045 KL diasumsikan tahan 13 hari, untuk avtur yang disuplay ke Bandara RHF sebanyak 386 KL.

“Nanti 7 Januari 2020 akan ada datang lagi premium sebanyak 1.000 KL, solar sebanyak 1.170 KL. Selain itu, ketersedian pertalite dari Tanjunguban sebanyak 33.000 KL,” sebutnya.

Tak hanya pertamina, Perum Bulog Tanjungpinang juga mengklaim kebutuhan pokok aman hingga lima bulan kedepan. Edison, Kepala Perum Bulog Tanjungpinang mengatakan itu saat konferensi pers di Polres Bintan.

“Dalam waktu dekat ada penambahan beras sebanyak 500 ton ke gudang Bulog Tanjungpinang dan 400 ton masuk ke Natuna. Untuk melengkapi komoditi pokok, kami ada komoditas komersial seperti minyak goreng dengan stok sebanyak 5.000 liter, gula sekitar 1 ton dan daging beku sebanyak 9.200 Kg,” kata Edison. (oxy)

News Feed