Bintan (HK) - Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bintan, Hasfarizal Handra, terlihat kesal saat melihat sebuah karton yang dibawa peserta aksi unjuk rasa didepan kantornya, Senin (30/12/2019) siang.
Kekesalan itu diungkapkannya saat diberikan waktu menyampaikan penjelasan terkait tuntutan para mahasiswa. Mula-mula, Hasfarizal menyuruh seseorang peserta aksi untuk mengangkat karton tersebut.
Kekesalan itu semakin terlihat setelah Hasfarizal mengambil karton itu dan mengangkatnya. “Mana karton yang suruh copot kepala dinas, itu saya orangnya,” tegas Hasfarizal.
Karton putih yang ditulis menggunakan spidol warna hitam itu memuat isi ‘Pemerintah tidak becus dalam menyelesaikan permasalahan PT MIPI copot kepala dinas’.
“Kalau ada izin yang saya keluarkan, tunjukkan mana buktinya kepada saya,” ungkap Hasfarizal.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 8 orang mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) berorasi didepan Kantor DPMPTSP Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Senin (30/12/2019) siang.
Hima Persis menuntut agar pemerintah tegas mengambil sikap menyikapi persoalan dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI) yang sedang melakukan pembangunan di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.
Aksi serupa juga pernah disuarakan Pergerakan Pelajar Raya (Parindra) Provinsi Kepri di Kantor Bupati Bintan pada Jum’at (27/12) lalu.
Tuntutannya masih sama, yakni meminta agar pembangunan yang dikerjakan PT MIPI dihentikan karena terindikasi belum mengantongi izin. Bahkan mereka juga mendesak agar Pemda Bintan segera menyelesaikan permasalahan ini.
“Hanya akan, akan, dan akan menyurati. Tapi apa kawan-kawan, hanya janji saja,” ungkap peserta aksi saat berorasi. (oxy)











