Karimun (HK) - Kampung Payalabu di Desa Pangke, Kecamatan Meral yang selama ini dikenal sebagai lokalisasi prostitusi di Karimun. Namun, ke depan wajah kawasan yang dulunya tempat esek-esek, secara perlahan-lahan bakal disulap menjadi kampung wisata dalam arti yang sesungguhnya.
Di Payalabu atau juga disebut Kampung Sukamaju pada umumnya dihuni oleh perantauan asal Jawa Barat. Sebagian dari mereka merupakan “sisa-sisa perjuangan” jaman dulu atau ketika kawasan itu masih dikenal sebagai lokasi prostitusi di Karimun. Namun, karena faktor usia sebagian dari mereka mulai beralih membuka usaha warung.
Melihat kondisi Payalabu yang semakin terpuruk secara ekonomi, maka Ketua Perkumpulan Urang Sunda (PARAS), WR Adji merasa terpanggil untuk membangun kembali perekonomian masyarakat setempat. Berawal dari ngobrol ringan dengan pemuka masyarakat setempat. Maka tercetus ide untuk menjadikan Payalabu sebagai kampung wisata.
“Saya lahir dan dibesarkan di tanah Sunda. Namun, selama 9 tahun tinggal di Karimun ini. Saya prihatin melihat kondisi masyarakat di Kampung Sukamaju atau yang dulu dikenal Payalabu. Berawal dari ngobrol-ngobrol ringan dengan tetua masyarakat disana, akhirnya kami sepakat membangun Payalabu menjadi kampung wisata,” ungkap WR Adji.
Wujud dari keinginan itu, kata Adji yakni dengan mengajak ibu-ibu disana membangun industri rumah tangga. Ide itu juga sesuai dengan salah satu konsep yang ada dalam PARAS yakni dagang. Kaum perempuan disana diajak untuk membuat kerajinan tangan, kuliner ataupun fashion yang bercirikan budaya.
Diakuinya, untuk mengubah tatanan sosial Payalabu yang selama ini sudah melekat sebagai kawasan prostitusi tidaklah mudah. Namun, secara perlahan-lahan dirinya telah mengajak kaum ibu disana untuk beralih profesi. Dia mulai memilah perempuan disana sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Tantu saja, untuk mewujudkan ide tersebut, PARAS tidak bisa berjalan sendirian. Kami membutuhkan uluran tangan dari Pemkab Karimun melalui dinas terkait untuk memberdayakan potensi yang ada di Kampung Sukamaju tersebut. Kami ingin adanya sinergitas antara pemerintah daerah dengan komunitas PARAS dalam mewujudkan Payalabu jadi kampung wisata tersebut,” jelasnya.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengapresiasi langkah yang akan dilakukan PARAS untuk mengubah Payalabu menjadi kampung wisata. Bukan hanya sekedar apresiasi, Pemkab Karimun akan menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan konsep kampung wisata tersebut serta membangun infrastruktur disana.
“Kita jelas mengapresiasi wacana Kampung Payalabu yang akan dijadikan kampung wisata. Tentu saja, konsep itu akan kita dukung dengan membangun infrastruktur disana. Jika jalan menuju kampung wisata itu kurang bagus, maka akan kita perbaiki. Kita juga akan menambah sarana pendukung sesuai dengan konsep yang dibutuhkan,” kata Aunur Rafiq. (ham)




