Natuna (HK) - Sejak musim angin Utara mulai Desember 2019 hingga Januari 2020 ini, sepanjang bibir pantai di Natuna dipenuhi oleh sampah plastik kiriman dari luar negeri.
Sampah plastik yang diduga berasal dari kapal negara asing tersebut, setiap tahunnya terbawa dengan gelombang laut yang tinggi dan terhempas sehingga menghiasi sepanjang bibir pantai.
“Setiap tahun ada saja sampah plastik, dengan berbagai merk yang terbawa gelombang. Dan hampir rata-rata sampah botol air mineral,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Boy Wijanarko melalui telepon, Jumat (24/1/2020).
Melalui Dinas Lingkungan Hidup yang baru dipimpinnya ini, Boy meminta kepada instansi terkait seperti Kecamatan, Desa maupun masyarakat untuk bersama- sama melaksanakan gotong royong dalam penaganan limbah sampah plastik.
“Ternyata tidak hanya sampah plastik kiriman dari luar negeri. Melainkan sampah seperti tali jaring yang sudah menyatu serta sampah pohon bambu,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, dalam penanganan sampah kiriman ini perlu adanya kerjasama dan bantuan alat penunjang yang dapat membersihkan sepanjang bibir pantai, terlebih di daerah wisata.
“Penanganan maksimal untuk jangka panjang, kita minta ke kementrian KKP daerah pesisir supaya dapat mengalokasikan sarana alat pembersih sampah seperti yang ada di Bali kendaraan sapu bersih pantai,” pintanya.
Untuk penanganan jangka pendek ini, pihaknya akan berusaha agar sarana dan prasarana penaganan limbah sampah plastik dapat diminimalisir dengan menempatkan beberapa petugas.
“Alhamdulillah, kegiatan Goro kita disambut baik oleh anggota DPRD Natuna dan kita mengharapkan agar kedepannya Sapras penanganan sampah tersebut bisa berkurang. Selain itu kita juga meminta kepada masyarakat agar menjadikan laut sebagai beranda depan rumah kita, hal ini agar laut Natuna bersih dari sampah,” harapnya. (fat)

