Meluasnya penyebaran virus corona telah membuat Prancis membatalkan puncak Imlek 2020. Tidak hanya Prancis, banyak negara di Dunia juga membatalkan acara serupa.
Pengumuman dari pemerintah China menyebutkan bahwa 80 orang meninggal dunia. Serta hampir 2.000 kasus virus korona menjangkit banyak kalangan.
Menteri Kesehatan China, Ma Xiowei menegaskan, karena penyebarannya semakin meluas, pemerintah China menetapkan status darurat virus korona. Semua negara diminta waspada untuk melakukan pencegahan.
Sejauh ini, tiga kasus virus korona telah ditemukan di Amerika Serikat. Penyebaran virus yang diketahui berasal dari keluarga yang sama dengan virus SARS pada 2002-2003 lalu
Penyebarannya pun semakin meluas ke banyak negara bertepatan dengan perayaan Imlek 2020. Padahal setiap tahun jutaan warga China selalu berlibur ke luar negeri untuk merayakan Imlek dengan masa tinggal yang cukup panjang. Misalnya saja mereka pergi berlibur ke Prancis.
Walikota Paris Anne Hidalgo mengatakan, demi mencegah penyebaran virus korona, asosiasi China di Kota Paris sepakat membatalkan parade Imlek.*
(sumber: okezone.com)





