by

Rudi: Semua Lahan Tidur Bakal Ditarik BP Batam

Batam (HK) - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan semua lahan tidur atau lahan yang tidak difungsikan dan tidak ada bangunan fisiknya, bakal ditarik dan diambil kembali oleh BP Batam.

Hal itu disampaikan Rudi disela-sela acara sosialisasi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam tentang penyelenggaraan tentang penyelenggaraan pengalokasian lahan, Rabu (19/2/2020) di Balairungsari Lantai 3, Gedung Bida Utama BP Batam.

Sebab lanjut Rudi, pendapatan BP Batam saat ini hanya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka PNBP akan dinaikan, agar semua akses jalan bisa dibangun semuanya dengan dua anggaran, yaitu dari BP Batam dan Pemko Batam.

“Kalau kedua anggaran itu bisa saya padukan maka 5 tahun kedepan semua jalan utama yang ada di Kota Batam bisa diselesaikan,” ujar Rudi.

Ditegaskan Rudi, lahan tidur harus segera diselesaikan dengan tujuan mempercepat investasi, karena lahan bukan sebuah investasi, melainkan sebagai sarana investasi.

Perka yang baru dan yang disosialisasikan itu banyak hal yang diubah, sehingga mempermudah para investor yang akan berinvestasi di Batam. Pertama adalah, sistem pengajuan dokumen untuk lahan yang baru. Dimana semua dokumen yang keluar harus diajukan satu persatu.

“Misalnya permohonan dulu, baru dapat izin prinsip, izin prinsip sudah hilang digantilah keputusan kepala, baru lahan dikasi, keluar lahan, bayar faktur, keluar PL baru urus PPL dan lainnya. Kedepan kita minta di Perka ini sekali ajukan kalau permohonan baru, pimpinan sudah setuju maka langsung jalan sendiri. Tak perlu lagi lengkapi dokumen lain sampai selesai perjanjian,” paparnya.

Selanjutnya jelas Rudi, menjelaskan dalam perka diatur juga soal proses perpanjangan UWTO. Dulu 2 tahun sebelum berakhir baru bisa diperpanjang. Kedepan tak perlu lagi, 10 hingga 15 tahun sebelum pun sudah bisa diperpanjang.

“Perka perpanjangan itu tidak akan menghilangkan haknya BP Batam sebagai pemegang HPL Kota Batam, artinya adalah proses pembayaran perpanjangan akan ramai dan tunuannya adalah untuk investasi di Batam,” pungkasnya. (dam)

News Feed