BINTAN (HK) - Kampanye penggunaan helm SNI memang gencar dilakukan jajaran Satlantas Polres Bintan. Seolah tak mengenal lelah, upaya mengkampanyekan pelindung kepala itu pun dilakukan dengan cara yang unik seperti memakai atribut lembaran papan bertuliskan ‘Kenakan Helm Ber-SNI’ yang dikalungkan personil Satlantas saat mengatur lalu lintas di jalan.
Namun ulah masyarakat tidak memakai helm saat berkendara seperti sudah mendarah daging. Disaat polisi rutin menggelar kampanye memakai helm, malah seorang pengendara sedang membonceng seorang anak kecil melintas tanpa memakai helm.
Peristiwa ini terjadi didekat Jalan Jenderal Sudirman depan SDN 001 Tanjunguban. Pada saat itu, seorang anggota Polwan pun tampak memberikan nasehat kepada pengendara tersebut agar selalu menggunakan helm saat berkendara.
Sebab, helm memang penting untuk melindungi benturan pada bagian kepala ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Apalagi, merujuk dari data kepolisian angka fatalitas kecelakaan disebabkan sebagai besar akibat benturan pada bagian kepala.
Kasat Lantas Polres Bintan AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, kampanye dilaksanakan di empat lokasi.
Yakni di jalan raya Jenderal Sudirman depan SDN 001 / 002, Tanjunguban, jalan raya Permaisuri Simpang Taman Makam Pahlawan Tanjunguban, Jalan Permaisuri Simpang Polsek Bintan Utara dan jalan raya Permaisuri depan SDN 003/004, Tanjunguban.
Kampanye ini dilakukan untuk mengajak pengendara sepeda motor agar mematuhi peraturan lalu lintas yakni penggunaan helm SNI.
Helm, menurut Rendi, bukan sekedar pelengkap berkendara namun untuk keselamatan.
“Helm ibarat pakaian baik bagi pengendara sepeda motor maupun sepeda. Kalau tidak digunakan akan sangat memalukan, karena itu etika dan normal orang saat berkendara di jalan,” ujar Rendi.
Dia berharap, upaya jajarannya ini disikapi secara positif oleh masyarakat pengguna jalan raya. “Jadi mulai sekarang berpikirnya helm harus digunakan saat berkendara. Tidak boleh dilupakan,” katanya. (oxy)
