BATAM (HK) - Dalam rangka antisipasi virus Corona Masuk ke Indonesia melalui Kota Batam, maka semua kapal dari mainland China harus dikarantina saat sampai di laut Batam.
Karantina itu akan dilakukan selama 14 hari, yakni terhitung dari hari terakhir kapal itu berangkat dari China, walaupun selama diperjalanan kapal itu ada singah di pelabuhan lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Kasi Pengendalian Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Julianty Dewi saat melakukan sosialisasi tata laksana kedatangan alat angkut kapal dengan Indonesia National Shipowner Association (INSA) Kota Batam, Rabu (26/2/2020) di hotel Travelodge Batam.
Kapal yang harus dikarantina itu lanjut Julianty, adalah semua kapal yang datang dari China, sementara untuk kapal dari negara lain tidak ada diberlakukan karantina itu, cuma ada pengawasan saja.
Apabila masa karantina sudah dilalui maka baru dikeluarkan Sertifikat Opraktik (Praktik) dan kapal baru boleh melakukan aktifitasnya. Tempat karantina kapal-kapal dari China itu di daerah perairan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang.
“Selama ini alhamdulillah dari dua buah kapal yang sudah dikarantina belum ada terindikasi dan kita berharap tidak ada terindikasi di Indonesia dan khususnya Kota Batam,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC Indonesia National Shipowner Association (INSA) Kota Batam, Osman Hasyim mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik program karantina oleh kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam itu.
“Kepada pengguna jasa maupun perusahaan-perusahaan di bawah naungan Indonesia National Shipowner Association (INSA) Kota Batam, untuk dapat secara bersama-sama untuk mencegah dan mengelola prosedur yang sudah ditetapkan itu,” ucap Osman.
Menurut Osman, hal itu sangat penting karena Indonesia sampai dengan saat ini mendapat pujian terhadap penanganan Virus Corona. Program itu harus terus dilakukan dan disosialisasikan agar tidak terjadinya kebobolan virus Corona ke Indonesia.
“Yang dikarakantina itu terutama adalah Anak Buah Kapal (ABK) atau kru kapalnya. Sementara barang bawaannya tidak, karena selama ini virus Corona itu tidak ada dari barang, tapi adalah dari orang, seperti percikan batuk atau bersinnya dari penderita,” pungkasnya.(dam)
