KARIMUN (HK)-Tugas seorang polisi bukan hanya menyangkut penegakan hukum. Namun, belakangan polisi malah banyak yang bersikap humanis kepada sesama manusia. Sudah tak terhitung berapa banyak pemberitaan di media, ketika seorang polisi yang memberikan bantuan secara spontanitas kepada masyarakat.
Begitu juga yang dilakukan yang dilakukan tiga orang polisi yang berdinas di Polsek Balai Karimun ini, Rabu (26/2/2020) sekitar pukul 10.30 WIB, mereka adalah Aiptu Waluyo, Bripka N Rinaldy dan Brigadir Tono TS. Ketiganya ditugaskan sebagai bhintara pembina keamanan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) di desa dan kelurahan di Kecamatan Karimun.
Pada saat ketiga bintara polisi ini berada di pelantar rakyat Gabion ketika hendak ke Desa Parit, mereka melihat seorang ibu yang memiliki kelainan fisik mengalami kesulitan untuk menaiki boat pancung (tambang) antara Pulau Karimun dan Pulau Parit. Secara spontan ketiganya langsung memberikan bantuan.
Ibu tersebut yang diketahui bernama Aisyah (55). Dia merupakan warga Desa Parit 3. Setiap sebulan sekali Aisyah rutin berbelanja berbagai kebutuhannya ke pusat kota di Tanjungbalai Karimun. Karena dia memiliki cacat fisik sejak lahir, maka setiap ke Balai dia selalu ditemani anaknya.
“Benar, tadi ada tiga anggota bhabinkamtibmas yang hendak ke Pulau Parit. Saat berada di pelantar belakang Gabion merekamelihat ada seorang ibu yang kesulitan naik ke atas boat pancung. Secara spontanitas, mereka membantu seorang ibu hingga sampai ke atas boat pancung,” ungkap Kapolsek Balai Karimun, AKP Budi Hartono, Rabu (26/2/2020).
Menurut Budi, Aisyah tersebut mengalami cacat sejak lahir, yakni cacat dibagian kaki kiri dan tangan kanan. Selama ini, ketika hendak berjalan ibu tersebut selalu dituntun anaknya. Apalagi, ketika perjalanan jauh menyeberangi lautan antara Pulau Parit dengan Pulau Karimun tentu saja mengalami kesulitan.
Kata Budi, pada saat ibu tersebut hendak naik ke atas boat pancung ternyata air laut sedang surut. Tentu saja, posisi boat pancung dengan pelantar goyang Gabion cukup berjauhan. Bagi warga biasa kondisi seperti itu memang tak menjadi masalah. Namun, bagi ibu tersebut tentu saja menyulitkan dia.(ham)
