KARIMUN (HK)-Muatan kapal kargo KLM Bintang Abadi yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai pada Selasa (25/2/2020) ternyata 4.800 sak semen (sebelumnya disebut 1.800). Semen yang diangkut kapal nahas itu merek Semen Padang dari Batam untuk pesanan dua toko bangunan di Pulau Burung, Sei Guntung, Inhil, Riau.
“Kapal KLM Bintang Abadi mengangkut 4.800 sak Semen Padang. Semen itu kami bawa dari Batam untuk pesanan dua toko bangunan di Pulau Burung, Sungai Guntung. Satu toko atas nama Ameng, kalau toko satunya lagi saya lupa namanya,” ungkap nakhoda KLM Bintang Abadi, Nurdin ketika dikonfirmasi via handphone, Rabu (26/2/2020) siang.
Nurdin menyebut, saat ini dirinya bersama awak kapal lainnya sudah berada di Selatpanjang. Mereka pulang ke Selatpanjang menggunakan MV Tenggiri. Sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh awak kapal sampai di Selatpanjang dengan selamat. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danposmat TNI AL Tanjungbatu, yang telah membantu proses pemulangan mereka ke Selatpanjang.
“Saya mewakili teman-teman awak kapal Bintang Abadi mengucapkan terima kasih kepada Bos Atek dan Danposmat TNI AL Tanjungbatu, Pak Zainul yang telah membantu kami selama berada di penampungan gudang karet milik Bos Atek hingga proses pemulangan kami ke Selatpanjang. Alhamdulullah, kami sampai dengan selamat,” kata Nurdin.
Nurdin menyebut, saat ini KLM Bintang Abadi posisinya masih tenggelam di sekitar perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai. Rencananya, kapal tersebut akan diapungkan ke permukaan laut dan ditarik ke darat. Namun, kapan pengangkatan dan penarikan kapal tersebut, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.
Dirinya menceritakan kisahnya saat kecelakaan itu terjadi hingga akhirnya dievakuasi dan ditampung di gudang karet milik Atek di Dwikora Tanjungbatu, Kundur. Selama di penampungan, dirinya juga mendapat bantuan dari Komandan Pos Pengamat TNI AL Tanjungbatu, Kundur, jajaran Lanal Tanjungbalai Karimun, Peltu Pom Zainul.
Danposmat TNI AL Kundur, Peltu Pom Zainul mengatakan, dirinya mendapat informasi dari salah seorang awak KLM Bintang Abadi, Sadam yang mengatakan, kalau dia dan awak kapal lainnya sudah dievakuasi ke gudang karet milik Atek di Kundur, maka sekitar pukul 22.00 WIB pihaknya mendatangi lokasi penampungan awak kapal tersebut.
“Sekitar pukul 22.00 WIB, saya mendatangi ABK KLM Bintang Abadi di gudang karet Dwikora Tanjungbatu Kundur. Salah seorang awak kapal, Saddam menyampaikan, bahwa seluruh ABK menginap di gudang karet Atek. Selama di gudang karet itu, mereka diberi makan dan tempat tidur,” ungkap Zainul.
Hanya saja, kata Zainul, semua ABK KLM Bintang Abadi ingin pulang ke kampung halamannya di Selatpanjang. Keinginan awak kapal tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak Syahbandar Tanjungbatu. Rabu pagi, sekitar pukul 06.05 WIB, semua awak kapal sudah sampai di Posmat TNI AL Tanjungbatu dan langsung sarapan disana.
“Sekitar pukul 06.50 WIB, semua ABK diajak ke kantor Syahbandar Tanjungbatu, menanyakan apakah semua ABK bisa kembali ke kampung asal di Selatpanjang. Petugas Syahbandar menyampaikan boleh pulang, karena mereka sudah dimintai keterangan. Nanti kalau butuh keterangan bisa via handphone, karena ini kecelakaan tunggal disebabkan faktor alam,” pungkasnya. (ham)

