by

Mahasiswa KKN Sarankan Ini ke Kapolsek Gunung Kijang Soal Mangrove

BINTAN (HK) - Dalam upaya melestarikan ekosistem terutama keberlangsungan hidup mangrove atau bakau, jajaran Polsek Gunung Kijang bersama KNTI, pemerintah desa, aparat TNI dan mahasiswa KKN melakukan penanaman bibit mangrove di Pantai Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (27/2) siang.

Sebelum menanam, mahasiswa KKN dari Universitas Umrah Tanjungpinang menyarankan agar penanaman bibir dilakukan menggunakan metode rumpun. Metode ini dari kajian meningkatkan kepastian hidup bibit mangrove hingga menjadi dewasa.

“Dengan metode ini bisa membuat bibit mangrove tumbuh dewasa dari pada menanam 1 lubang 1 pohon,” ujar seorang mahasiswa.

Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono melalui Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang P Silalahi menyampaikan, kegiatan penanaman pohon mangrove sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan.

Mengenai metode rumpun yang disarankan mahasiswa KKN, Monang mengaku juga baru tahu cara penanaman mangrove ternyata tidak sembarang.

“Tadinya saya pikir 1 lubang 1 pohon, ternyata 1 lubang harus ditanam 5 pohon dengan kedalaman sejengkel. Biar ada kepastian hidupnya sampai besar,” ujar Monang.

Ia menyebutkan, untuk sementara bibit mangrove yang ditanam sebanyak 50 pohon. Kedepan, kegiataj serupa akan ditaja lagi demi lestarinya pohon mangrove yan menjadi bagian ekosistem kehidupan laut.

“Ya intinya kenapa kita tanam dibibir pantai, sebagai pelindung ombak juga disaat sedang pasang kalau sudah besar. Banyak sekali manfaatnya (mangrove),” ujar Mantan Kasat Intelkam Polres Tanjungpinang itu. (oxy)

News Feed