BATAM (HK) - Untuk menjaga keamanan laut, Direktur Operasi PSDKP RI melakukan peletakan lunas (Keel Laying) terhadap 2 unit kapal pengawas tipe C, di salah satu galangan kapal di Sagulung, Jumat (27/2/20) siangnya.
Kedua kapal pengawas tersebut dinamai KP Hiu 16 nomor lambung 316 dan KP Hiu 317. Diketahui nantinya KP Hiu 316 akan ditempatkan di perairan Selat Malaka, Natuna. Sedangkan KP Hiu 317 akan ditempatkan di stasiun pangkalan PSDKP Belawan.
Kedua kapal dilengkapi peralatan berstandar internasional. Dan Kapal yang akan dikerjakan itu mencapai panjang 31 meter dan lebar seluas 5, 8 meter dengan kecepatan mencapai 25 hingga 30 Knot. Sementara untuk pembangunan kapal menelan biaya anggaran sebesar Rp 29 miliiar per unit.
Kepada awak media, Pung Nugroho Saksono mengatakan, jika kedua kapal pengawas ini digunakan sebagai tambahan armada pengawasan wilayah kerja pangkalan PSDKP Batam dan stasiun PSDKP Belawan dalam rangka menanggulangi ilegal, unreported and unregulated IUU fishing dan pengawalan kapal-kapal perikanan Indonesia.
“Nantinya, kedua kapal ini akan ditempatkan perairan yang berbeda seperti di perairan Selat Malaka dan perairan Belawan. Dan KP 317 ini akan dikhususkan selat Malaka Natuna mendukung kapal yang ada operasi di Natuna,” katanya.
Pung juga akan menargetkan jika pembangungan kapal ini sudah selesai awal Desember mendatang. Yang artinya kapal sudah turun ke laut.
“Kita menargetkan awak Desember sudah selesai. Artinya kapal ini sudah turun kelaut,” katanya.
Masih kata Pung, pihakya pun lagi gencar-gencarnya untuk mengawasi laut Natuna. Bahkan kapal KP sudah ada 3 unit disana diantaranya KP Hiu 3, KP Hiu 4 dan KP Hiu 6.
Memang ketiga kapal pengawas di Natuna itu umurnya sudah lumayan tua. Makanya kita gencarkan untuk melakukan pembangunan kapal pengawas ini.
“Secara keseluruhan bahwa kapal Pengawas ini masih kurang banyak, apalagi tak layak dipakai dilaut. Akan tetapi beruntung masih dibantu kapal Bakamla disana,” paparnya.
Jadi, kapal ini nantinya bukan hanya pengawasi saja, namun mengawal para nelayan yang beroperasi kedepannya. Alhamdulillah saat ini kapal Cina itu tak berani masuk ke laut selat Malaka itu karna didukung dri Bakamla dan angkatan laut,” tegasnya.(ded)


