by

Berada di Wilayah Perbatasan, Karimun Masuk Dalam Status KLB Corona

KARIMUN (HK)-Bupati Karimun Aunur Rafiq menyatakan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan, Kabupaten Karimun merupakan salah satu daerah di Indonesia yang berada dalam status kejadian luar biasa (KLB) corona, karena berada di wilayah perbatasan Indonesia.

“Pemasangan alat thermal scanner ini untuk mengantisipasi KLB yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan untuk wilayah Indonesia termasuk Karimun yang merupakan daerah perbatasan,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau thermal scanner di pelabuhan domestik usai sekembalinya dari dinas luar ke Karimun, Rabu (4/3/2020) sore.

Kata Rafiq, antisipasi yang dilakukan Pemkab Karimun adalah melakukan pemindaian melalui alat thermal scanner bagi penumpang kapal yang akan berangkat maupun datang ke Karimun. Apabila ditemukan penumpang memiliki suhu tubuh diatas 38 derjat celcius maka akan dimasukkan ke dalam ruangan isolasi terlebih dahulu.

“Kemudian, apabila ada penumpang yang sakit ataupun panas, maka akan dilakukan isolasi sementara. Jika selama 30 menit ataupun 1 jam terjadi penurunan, maka yang bersangkutan bisa keluar dari ruang isolasi,” jelas Rafiq.

Menurut dia, saat ini di Karimun baru dipasang dua alat thermal scanner yakni di pelabuhan internasional dan domestik Karimun. Sementra, untuk pelabuhan antar pulau atau pelabuhan KPK hanya dilakukan pengecekan suhu tubuh penumpang kapal melalui termometer dengan cara menempelkan ke jidat.

Aunur Rafiq dalam kesempatan itu, juga meminta kepada pihak perhotelan agar bisa memasang alat pemindai suhu tubuh di pintu masuk hotel masing-masing. Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun memproteksi diri dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.

“Paling penting sekarang, masing-masing masyarakat harus melakukan antisipasi secara diri terhadap diri masing-masing. Terapkan pola hidup yang bersih terutama dalam kehidupan sehari-hari. Cuci tangan itu yang diutamakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Aunur Rafiq juga menghimbau kepada masyarakat Karimun untuk tidak panik terkait virus corona. Dia meminta jaga diir pribadi secara individu dalam melakukan pola hidup sehat sebagaimana yang telah disampaikan oleh dokter, Dinas Kesehatan dan juga Kemeneterian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, rachmadi mengatakan, berdasarkan saran KSOP Karimun, pemasangan thermal scanner di ruang tunggu pelabuhan domestik tersebut baru tahap ujicoba. Setelah pas, baru ditetapkan secara permanen. Pemasangan thermal scanner untuk pelabuhan domestik itu, mengingat ada warga Singapura yang berada di Batam diduga positif corona,” kata Rachmadi.

Dikatakan, alat thermal scanner di Karimun hanya ada 2 unit. Keduanya milik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang memang memiliki kewenangan menjaga pintu masuk pelabuhan dari segi kesehatan. Karena keterbatasan alat tersebut, maka untuk penumpang antar pulau di pelabuhan KPK digunakan termometer yang mendeteksi di jidat.

Rachmadi dalam kesempatan itu, berharap kepada Bupati Karimun agar meminta kepada Gubernur Kepri untuk makin memperketat pengawasan di pintu keluar pelabuhan Batam dan Tanjungpinang. Dia berharap, agar penumpang yang keluar dari Batam dan Tanjungpinang bisa dipastikan terbebas dari corona. Sebab, ranah antar kabupaten/kota itu berada di tangan gubernur.

Rachmadi menyebut, saat ini status Karimun masih aman dari kasus corona. Beberapa waktu lalu Dinas Kesehatan Karimun memang memantau 7 orang yang diduga suspect corona. Bahkan, satu orang diantaranya dilakukan karantina rumah. Namun, dari semua yang dipantau itu, masa inkubasinya sudah lewat dan hasilnya negatif corona. (ham)

News Feed